Produsen otomotif Vietnam, VinFast, memberikan diskon besar untuk SUV listrik premium VF 9 di pasar domestik.
Langkah ini bersamaan dengan ekspansi layanan transportasi Green SM Limo ke New Delhi, India pada Juni 2026.
>>> Ramalan Zodiak Libra, Scorpio, dan Sagitarius: Asmara hingga Keuangan
Program insentif selama Juni 2026 menawarkan potongan harga langsung 10 persen dari nilai jual resmi.
Diskon tersebut setara dengan pengurangan 150 juta hingga 170 juta dong, tergantung varian kendaraan.
Kebijakan pembebasan bea balik nama 100 persen untuk kendaraan listrik berbasis baterai berlaku hingga akhir Februari 2027. Hal ini turut menekan total biaya kepemilikan hingga mendekati harga pabrikan.
Untuk varian VinFast VF 9 Eco, harga resmi tercatat 1.499 juta dong.
>>> Kurs Dolar AS Menguat ke Rp 17.855 pada 18 Juni 2026
Perkiraan biaya on-the-road di Hanoi dan Kota Ho Chi Minh sebesar 1.515 juta dong.
Sementara itu, varian VinFast VF 9 Plus dipasarkan dengan harga resmi 1.699 juta dong. Perkiraan biaya on-the-road di kedua kota tersebut mencapai 1.715 juta dong.
Selain pemotongan harga, VinFast memperpanjang fasilitas pengisian daya gratis selama enam bulan tambahan hingga akhir Juni 2027. Fasilitas ini berlaku bagi konsumen yang membeli unit beserta baterainya.
Namun, skema penyewaan baterai untuk seluruh lini mobil listrik VinFast telah dihentikan sejak awal Maret 2025.
Performa dan Ekspansi Global
SUV berbobot hampir 3 ton ini mengusung sistem penggerak semua roda dengan motor listrik ganda berkekuatan 402 tenaga kuda.
>>> Rupiah Melemah ke Rp17.853 per Dolar AS pada 18 Juni 2026
Torsi puncaknya mencapai 620 Nm.
Varian Eco dibekali baterai berkapasitas 92 kWh yang mampu menempuh jarak hingga 438 kilometer.
Varian Plus dengan kapasitas baterai sama memiliki daya jelajah 423 kilometer dalam kondisi daya penuh.
Ekspansi global dilakukan melalui afiliasi Green SM, yang meresmikan layanan Green SM Limo di New Delhi pada 5 Juni 2026.
>>> Ricardo Pepi Siap Debut di Piala Dunia 2026 Bersama AS
India menjadi pasar kelima bagi operasional Green SM setelah Vietnam, Laos, Indonesia, dan Filipina.