Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan kebijakan pengadaan minyak dari Rusia tetap berjalan.
Langkah ini diambil untuk memperkuat cadangan domestik meskipun ketegangan di Selat Hormuz mulai mereda.
>>> Irak Takluk 1-4 dari Norwegia di Laga Pembuka Piala Dunia 2026
Keputusan tersebut merupakan instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto.
Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia di Kantor Bakom RI, Jakarta Pusat, Rabu (17/6/2026).
>>> Toy Story 5 Soroti Dampak Gadget pada Anak dan Transisi Estafet Jessie
“Arahan Presiden jelas untuk memperkuat cadangan minyak kita, salah satunya dengan impor dari Rusia. Ini masih akan tetap berjalan dan tetap berproses,” ujar Anggia.
Proses pengadaan tersebut masih terus berlangsung di tengah rekonsiliasi antara Amerika Serikat dan Iran. Realisasi percepatan pengadaan bahan bakar minyak (BBM) didasarkan pada Keppres Nomor 26 Tahun 2026.
Keppres tersebut memberikan wewenang kepada BUMN serta Lemigas untuk melakukan impor. Selain Rusia, Pemerintah Indonesia juga menjalin kerja sama dengan sejumlah negara di Afrika dan Amerika.
>>> Dewan Ekonomi Nasional Integrasikan AI untuk Tekan Kebocoran Anggaran hingga Rp 2.000 Triliun
“Pembelian minyak dari negara lain juga sedang dilakukan, kecuali dari Timur Tengah yang berkonflik.
Diversifikasi impor sudah dilakukan, kita ambil juga dari Afrika, Nigeria, Angola, dan Amerika,” beber Anggia.
>>> DPR Pertanyakan Urgensi Tambahan Anggaran Kemenpar Rp2 Triliun
Langkah ini diambil untuk mengantisipasi hambatan pasokan dari kawasan Timur Tengah. Dengan demikian, ketahanan energi nasional diharapkan semakin kuat.
