Sejumlah firma keuangan merevisi prospek mereka terhadap Methanex Corporation (NASDAQ:MEOH) setelah pergeseran pasar terkini.
Pada 5 Mei 2026, Scotiabank menaikkan target harga saham Methanex menjadi USD 80 dari sebelumnya USD 70. Lembaga keuangan itu mempertahankan peringkat Outperform pada saham tersebut.
>>> TC Energy Catat Kenaikan Laba Kuartal I 2026 dan Ekspansi Infrastruktur
Scotiabank menilai saham berpotensi terus naik berkat strategi alokasi modal yang disiplin dari manajemen dan potensi kenaikan berkelanjutan pada harga metanol.
Sementara itu, analis CIBC Hamir Patel meningkatkan target harga Methanex menjadi USD 69 dari USD 66, dengan tetap mempertahankan peringkat Neutral.
CIBC menyebut lingkungan harga metanol yang lebih kuat akan membantu mempercepat deleveraging.
>>> Citi Turunkan Peringkat Pembina Pipeline Usai Kenaikan Saham
Meski CIBC masih memperkirakan harga komoditas akan normal kembali seiring waktu, firma itu mencatat bahwa Timur Tengah menyumbang sekitar 20% produksi metanol global.
Gangguan pasokan yang berkepanjangan dapat mendukung skenario kenaikan di mana saham Methanex mencapai USD 83.
>>> Enbridge Catat Penurunan Laba per Saham Kuartal I, Target Harga Naik
Sebelumnya, analis JPMorgan Jeffrey Zekauskas menurunkan peringkat Methanex dari Overweight menjadi Neutral. Namun, ia menaikkan target harga menjadi USD 65 dari USD 56.
JPMorgan menyatakan EBITDA perusahaan kemungkinan akan lebih dari dua kali lipat secara berurutan dari kuartal pertama ke kuartal kedua seiring membaiknya harga metanol.
Meskipun demikian, firma itu percaya saham saat ini dinilai wajar.
>>> Deutsche Bank dan JPMorgan Naikkan Target Harga Saham Teck Resources
Methanex Corporation memproduksi dan menjual metanol serta amonia di kawasan Asia Pasifik, Amerika Utara, Eropa, dan Amerika Selatan.
