⌂ Beranda News UBS Sekuritas Indonesia Naikkan Target Harga Saham Barito Pacific Jadi Rp2.700

UBS Sekuritas Indonesia Naikkan Target Harga Saham Barito Pacific Jadi Rp2.700

UBS Sekuritas Indonesia Naikkan Target Harga Saham Barito Pacific Jadi Rp2.700
Grafik saham Barito Pacific dan kilang minyak
A A Ukuran Teks16px

UBS Sekuritas Indonesia merevisi target harga saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) menjadi Rp2.700 per saham. Revisi ini naik dari posisi sebelumnya Rp2.530.

Kenaikan target harga dipicu oleh potensi peningkatan margin kilang minyak dan pelemahan rupiah.

>>> PT Esa Medika Mandiri Perkuat Distribusi dan Manufaktur Alkes

Analis UBS Sekuritas Indonesia, Timothy Handerson, menyebut margin kilang acuan Singapura telah mencetak rekor baru di kisaran US$60 per barel.

Angka itu melampaui rata-rata kuartal berjalan sebesar US$53 per barel. Menurut Timothy, kilang Aster milik Barito Pacific diuntungkan oleh penguatan margin tersebut.

Kapasitas kilang BRPT saat ini sekitar 237 ribu barel per hari. Produksi diesel dan bahan bakar jet yang signifikan menjadi pendukung utama.

>>> IHSG Melesat 1,06 Persen di Tengah Pelemahan Bursa Saham Asia

Pada paruh kedua 2026, kapasitas kilang diproyeksikan melonjak menjadi 300 ribu barel per hari. Hal ini setelah unit condensate splitter beroperasi.

UBS juga mengoreksi asumsi margin kilang minyak 2026 dari US$17 menjadi US$17,5 per barel.

Setiap kenaikan margin US$1 per barel berpotensi meningkatkan EBITDA sekitar US$87 juta hingga US$110 juta.

Proyeksi EBITDA dan EPS Grup Barito untuk 2026 dinaikkan masing-masing 17% dan 46%.

>>> Ramalan Zodiak Aries, Taurus, Gemini: Peluang dan Asmara Hari Ini

Target harga baru menggunakan metode sum of the parts (SOTP) dengan implikasi valuasi EV/EBITDA 2026-2028 sebesar 10-15 kali.

Sektor energi terbarukan masih mendominasi lebih dari 60% nilai SOTP perusahaan. Hambatan pasokan energi global diperkirakan memerlukan waktu lama untuk pulih.

UBS mengubah rekomendasi saham BRPT dari netral menjadi beli. Keputusan ini juga dipicu koreksi harga saham yang telah mencapai sekitar 55% sejak awal tahun.

>>> PT Jayamas Medica Industri Bagikan Dividen Rp 110,4 Miliar untuk Tahun Buku 2025

Ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah dinilai menjadi faktor penjaga tingginya harga energi. Namun, risiko gangguan jalur pasokan minyak mentah tetap ada.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru