PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dinilai memiliki prospek bisnis yang solid di tengah transisi energi nasional.
Pergerakan saham emiten ini diproyeksikan tetap berpotensi menguat menuju target harga tinggi meski baru saja keluar dari indeks MSCI Global Standard.
>>> Team Liquid Favorit Juara Playoffs MPL PH Season 17
Riset dari Henan Putihrai Sekuritas (HPS) menempatkan BREN sebagai pelaku usaha berskala besar di sektor geotermal Indonesia. Kapasitas terpasang perusahaan tercatat mencapai 989 megawatt (MW) pada tahun 2025.
Perusahaan di bawah Grup Barito milik Prajogo Pangestu ini menargetkan penambahan kapasitas hingga 2,3-2,8 GW pada 2032.
Ekspansi akan dilakukan melalui optimalisasi, proyek green field, dan pemanfaatan tenaga angin.
>>> Cara Cek Bansos Kemensos Mei 2026 via HP dengan NIK KTP
Aset berkualitas BREN ditopang kontrak jangka panjang dengan PT PLN. Kerja sama ini diproyeksikan menjaga pertumbuhan laba bersih secara kuat dalam beberapa tahun ke depan.
Transisi energi di dalam negeri menjadi keuntungan bagi perseroan. Manajemen siap menangkap lonjakan permintaan listrik terbarukan sesuai roadmap 10 tahun PLN.
>>> Ramalan Zodiak Cinta: Komunikasi dan Kejujuran Kunci Harmonisasi Hubungan
Analis HPS memproyeksikan CAGR laba bersih setelah pajak sebesar 35,7%. Capaian ini didorong ekspansi kapasitas dan aktivitas operasional margin tinggi, serta dukungan Grup Barito.
Rekomendasi Saham dan Aspek Teknikal
HPS menilai keluarnya BREN dari indeks MSCI murni karena persoalan teknikal, bukan fundamental. Situasi ini dianggap momentum langka untuk mengakumulasi saham berkualitas dengan harga lebih rendah.
HPS memberikan rekomendasi buy untuk BREN dengan target harga Rp3.890. Target ini mencerminkan potensi kenaikan 63% dari posisi harga saat riset disusun.
>>> Yayasan AHM Gelar Safety Riding Short Movie Contest 2026
Dalam setahun terakhir, harga saham BREN bergerak di kisaran Rp2.380 hingga Rp10.725. Posisi terakhir tercatat di level Rp2.640.