Perencanaan pensiun tidak hanya soal mencapai target tabungan. Data survei terbaru Schroders menunjukkan bahwa faktor non-finansial sangat memengaruhi kualitas hidup setelah pensiun.
Sebanyak 35 persen responden menggambarkan kehidupan pasca-karir mereka sebagai tidak terlalu baik maupun buruk.
>>> Guzman y Gomez Tutup Restoran di Chicago, Hengkang dari Pasar AS
Para profesional keuangan menyebut pengalaman netral ini lebih disebabkan oleh penyesuaian psikologis, bukan kekurangan dana.
Transisi yang sukses membutuhkan lebih dari sekadar akumulasi kekayaan. Pertanyaan mendasar tentang identitas, tujuan, dan keterlibatan sosial harus dijawab.
Distribusi Pengalaman Pensiunan
Survei Schroders memberikan gambaran beragam tentang kesejahteraan pensiunan. Mayoritas responden menempatkan diri di kategori menengah.
>>> Warren Buffett Raup Dividen 20% dari Investasi Coca-Cola
Rincian hasil survei menunjukkan: 4 persen "living the dream", 37 persen "nyaman", 35 persen "biasa saja", 19 persen "berjuang", dan 5 persen "mengalami mimpi buruk".
Salah satu hambatan utama adalah kurangnya persiapan tentang rutinitas harian setelah pensiun. Banyak orang hanya fokus pada aktivitas menyenangkan seperti bermain golf atau bepergian.
"Aktivitas itu memberikan kenikmatan awal, tetapi sensasi liburan permanen akan memudar," kata Jamie Bosse dari CGN Advisors.
"Bagi sebagian orang, ini bisa terasa seperti proses berduka saat melepaskan identitas lama."
>>> Saham Walmart Turun Akibat Proyeksi Manajemen yang Hati-hati
Tantangan Beralih dari Menabung ke Membelanjakan
Tantangan lain muncul bagi mereka yang terbiasa menabung secara disiplin.
"Bagi penabung setia, mulai menghabiskan tabungan sering kali dihadapi dengan keengganan," ujar Kevin Feig dari Walk You To Wealth.
Feig menekankan perlunya kerangka keuangan terstruktur yang selaras dengan manajemen waktu.
>>> Rocket Lab Daftarkan Program Ekuitas $3 Miliar, Saham Terkoreksi
Individu harus mengevaluasi bagaimana mereka akan mengisi waktu, mengidentifikasi hal yang penting, dan menentukan apakah pekerjaan paruh waktu dapat memberikan tujuan pribadi.