BigBear.
ai Holdings, Inc. (NYSE:BBAI) menjadi sorotan di sektor teknologi setelah laporan Detik Finance menyebutkan tingginya minat short seller terhadap sahamnya.
>>> Vertical Aerospace Raup Pendanaan Rp13,6 Triliun dan Capai Terbang Transisi
Data MarketBeat menunjukkan short interest mencapai 29,58% dari float per 30 April 2026.
Meski menghadapi tekanan pasar, perusahaan memperkuat posisinya di pasar AI pertahanan. Pada kuartal pertama 2026, BigBear.
ai melaporkan backlog senilai USD281,9 juta, naik 14% dibanding kuartal sebelumnya.
Kontrak Rahasia dan Pertumbuhan Margin
Pertumbuhan backlog terutama didorong oleh kontrak rahasia senilai USD53 juta sebagai penyedia tunggal. Total kemenangan kuartal pertama mencapai hampir USD75 juta di sektor keamanan nasional, perdagangan, dan perjalanan.
>>> Short Seller Incar Serve Robotics Meski Pendapatan Melonjak
Secara finansial, margin kotor BigBear. ai meningkat menjadi 34,0% dari 21,3% tahun lalu.
Kenaikan ini dikaitkan dengan pendapatan AI generatif margin tinggi dari Ask Sage.
Perusahaan juga menegaskan kembali panduan pendapatan penuh tahun 2026, diproyeksikan antara USD135 juta hingga USD165 juta.
Namun, tantangan tetap ada.
>>> Sarah Lancashire Bintangi Everybody's Talking About Jamie dan Kiri, Tersedia Streaming
Pendapatan kuartal pertama turun 1% menjadi USD34,4 juta karena volume program Angkatan Darat yang lebih rendah, hanya sebagian diimbangi oleh Ask Sage.
BigBear.
ai mencatat rugi bersih USD56,8 juta dan rugi EBITDA yang disesuaikan sebesar USD9,9 juta pada kuartal tersebut.
Beban SG&A meningkat karena biaya terkait akuisisi dan investasi penjualan serta pemasaran.
>>> Pull&Bear Buka Toko Flagship Pertama di Yorkshire di Meadowhall
Perusahaan terus menyediakan kecerdasan keputusan bertenaga AI Edge, analitik prediktif, visi komputer, dan solusi identitas digital untuk lingkungan operasi yang kompleks.
