⌂ Beranda News Skotlandia Incar Sejarah Baru ke Babak Gugur Piala Dunia

Skotlandia Incar Sejarah Baru ke Babak Gugur Piala Dunia

Skotlandia Incar Sejarah Baru ke Babak Gugur Piala Dunia
Timnas Skotlandia bersiap menghadapi Maroko di Piala Dunia
A A Ukuran Teks16px

Timnas Skotlandia membidik tiket babak gugur Piala Dunia untuk pertama kali dalam sejarah.

Target itu akan diperjuangkan saat melawan Maroko di Stadion Gillette, Foxborough, Amerika Serikat, pada Jumat waktu setempat.

>>> Lecce Rombak Lini Depan Jelang Kompetisi Serie A

Skuat asuhan Steve Clarke mengantongi modal positif. Mereka memetik kemenangan 1-0 atas Haiti di stadion yang sama pada pertandingan pembuka Grup C pekan lalu.

Hasil positif itu menjadi kemenangan pertama Skotlandia di putaran final Piala Dunia sejak 1990. Sekaligus menandai penampilan perdana mereka di turnamen akbar ini sejak 1998.

Tekad Kapten dan Keyakinan Pelatih

Kapten timnas Skotlandia, Andy Robertson, menegaskan komitmen penuh seluruh elemen tim untuk mengukir sejarah baru.

"Kami ingin menjadi tim pertama yang mampu melakukan itu untuk negara kami," kata Robertson kepada jurnalis.

Robertson yang baru bergabung dengan Tottenham Hotspur setelah hampir satu dekade di Liverpool menyadari tingkat kesulitan tinggi. Maroko merupakan salah satu semifinalis pada edisi Piala Dunia sebelumnya.

>>> Polri Wajibkan Pengajuan SKCK Secara Online Lewat Aplikasi Super Apps Presisi

"Kami tahu betapa sulitnya nanti. Kami sekarang bermain melawan salah satu tim terbaik di dunia," ujar Robertson.

Namun, ia tetap yakin dengan kapasitas kolektif timnya.

"Kami juga percaya jika tampil maksimal, kami bisa menyulitkan siapa pun," tambah pemilik 95 caps itu. Robertson merujuk pada rekam jejak Skotlandia yang kerap menyulitkan tim-tim besar.

Pelatih Steve Clarke menilai kekuatan Maroko saat ini berpotensi lebih tangguh dibandingkan skuad yang menembus empat besar di Qatar.

"Saya punya firasat tim Maroko ini mungkin sedikit lebih baik dari itu," kata Clarke.

Meski begitu, Clarke menganggap posisi sebagai tim non-unggulan justru bisa memicu mentalitas bertanding yang lebih nyaman. "Kadang-kadang mentalitas Skotlandia lebih nyaman saat menjadi underdog," tuturnya.

>>> Kemenag Rilis Jadwal Sholat Jawa Timur 19 Juni 2026, Cek Waktunya

Evaluasi performa menunjukkan Skotlandia sempat tampil kurang lepas saat diunggulkan melawan Haiti. "Kali ini kami menjadi underdog dan terkadang Skotlandia lebih menyukai itu," ucap Clarke.

Antisipasi Pelatih Maroko

Pelatih Maroko, Mohamed Ouahbi, menganalisis karakter permainan Skotlandia akan sangat bertolak belakang dengan gaya Brasil yang mereka imbangi 1-1.

"Skotlandia mungkin akan mengirim bola ke depan lebih cepat dan mereka juga sangat baik dalam perebutan bola kedua," ujar Ouahbi.

Ouahbi mengantisipasi skema permainan cepat dan efektivitas perebutan bola kedua yang menjadi keunggulan taktik Britania Raya. Meski tampil meyakinkan saat meredam Brasil, ia tetap menuntut peningkatan performa.

"Tujuannya adalah menjadi lebih baik di pertandingan berikutnya, meskipun konteks dan lawan berbeda," tutur Ouahbi.

>>> MoraRepublic Optimistis Pasar Internet Rumah Indonesia Masih Sangat Luas

Skotlandia juga dihantui memori kekalahan 0-3 dari Maroko yang mengeliminasi mereka pada Piala Dunia 1998.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru