⌂ Beranda News Pemerintah Siap Luncurkan B50 pada Juli 2026 untuk Hentikan Impor Solar C48

Pemerintah Siap Luncurkan B50 pada Juli 2026 untuk Hentikan Impor Solar C48

Pemerintah Siap Luncurkan B50 pada Juli 2026 untuk Hentikan Impor Solar C48
Ilustrasi program B50 biodiesel campuran solar dan minyak sawit
A A Ukuran Teks16px

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersiap meluncurkan program pencampuran solar dengan minyak sawit sebesar 50 persen atau B50 pada 1 Juli 2026.

Kebijakan ini ditargetkan mampu menghentikan impor solar jenis C48 secara total.

>>> KPK Dampingi Badan Gizi Nasional Awasi Program Makan Bergizi Gratis

Keputusan tersebut diambil setelah serangkaian pengujian teknis pada berbagai moda transportasi memberikan hasil positif. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan optimisme terhadap implementasi program ini.

"Jadi insyaallah kami sangat optimis untuk implementasi launching daripada B50 itu akan dilakukan nanti di 2026, 1 Juli.

Dengan demikian maka itu kita akan mengurangi atau bahkan kita tidak lagi melakukan impor solar khususnya C48," ujar Bahlil di Jakarta, Kamis (18/6/2026).

>>> Kemenperin Pastikan Aturan Insentif Kendaraan Listrik Terbit Juli 2026

Uji Coba di Berbagai Sektor

Pengujian B50 telah mencakup sektor transportasi massal, pertanian, hingga industri alat berat. Hasilnya menunjukkan kadar air B50 lebih sedikit dibandingkan B40.

"Hasilnya sangat menggembirakan. Sampai dengan hari ini kadar air daripada perbandingan B40 dengan B50, B50 itu kadar airnya lebih sedikit.

Dan ini sudah dilakukan uji coba di berbagai kendaraan, baik itu alat berat, kapal, kereta api dan beberapa kendaraan yang lainnya," ujar Bahlil.

Pasokan minyak sawit mentah (CPO) untuk kebutuhan domestik dipastikan tetap aman. Pemerintah menjamin produksi minyak goreng tidak terganggu oleh program B50.

>>> Menaker Minta Publik Sabar Menunggu Potongan Tarif Ojol 8%

"Mungkin banyak beredar informasi bahwa, wah, nanti dengan B50 bagaimana dengan pemenuhan kebutuhan untuk minyak goreng, begitu ya, untuk produksi minyak goreng ini dipastikan pemerintah menjamin bahwa produksi ini mencukupi baik itu untuk implementasi B50 ataupun untuk kebutuhan CPO untuk kebutuhan produksi lainnya," ujar Anggia, perwakilan pemerintah.

Asosiasi pengusaha kelapa sawit nasional juga mengonfirmasi ketersediaan stok bahan baku.

Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Eddy Martono menyatakan kebutuhan bahan baku untuk enam bulan diperkirakan sekitar 1,74 juta ton CPO.

>>> Regulasi Insentif Kendaraan Listrik Terbit Bulan Depan

"Implementasi B50 di bulan Juli seharusnya tidak ada masalah sebab kebutuhan bahan baku untuk 6 bulan diperkirakan sekitar 1,74 juta ton CPO," ujar Eddy.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru