⌂ Beranda News Kementerian ESDM Tunggu Tiga Kepmen untuk Terapkan Mandatori B50

Kementerian ESDM Tunggu Tiga Kepmen untuk Terapkan Mandatori B50

Kementerian ESDM Tunggu Tiga Kepmen untuk Terapkan Mandatori B50
Ilustrasi biodiesel B50
A A Ukuran Teks16px

Penerapan mandatori pencampuran biodiesel 50 persen (B50) pada solar masih menunggu penerbitan tiga keputusan menteri (kepmen). Target pemberlakuan kebijakan ini adalah 1 Juli 2026.

Hal tersebut disampaikan Dirjen Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, usai rapat kerja dengan Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Senin (15/6/2026).

>>> Top 5 Berita Ekonomi Terpopuler: AS-Iran Damai hingga Efisiensi MBG

"Ada kepmen mandatori B50 jalan, plus [kepmen] spesifikasi untuk B50-nya. Terus kepmen alokasi juga," ujar Eniya.

Tiga Kepmen yang Ditunggu

Pemerintah akan menerbitkan kepmen yang mengatur standar spesifikasi kualitas biodiesel.

Selain itu, kepmen juga mengatur kuota alokasi minyak sawit mentah (CPO) yang diserap badan usaha bahan bakar nabati (BBN).

Langkah ini diambil untuk memastikan performa mesin kendaraan tetap terjaga.

Spesifikasi teknis untuk B50 akan mengalami perubahan signifikan dan menjadi lebih ketat dibandingkan program B35 atau B40 sebelumnya.

"Jadi kan spek dari B100 untuk dicampur ke B50 itu ditetapkan. Iya berubah, kan lebih ketat," pungkas Eniya.

Alokasi Biodiesel Meningkat

Kementerian ESDM mencatat alokasi biodiesel tahun ini dinaikkan sebesar 12,5 persen menjadi 17,6 juta kiloliter (kl).

Alokasi awal sebesar 15,64 juta kl karena penerapan program B50 per 1 Juli 2026.

>>> Dokter Southampton Tangani Pasien Kehamilan Berisiko Plasenta Akreta

Hingga April 2026, realisasi dari total alokasi awal mencapai 29,51 persen atau sebesar 4.617.467 kl.

Rinciannya, 2.383.678 kl untuk sektor public service obligation (PSO) dan 2.233.789 kl untuk non-PSO.

"Untuk sektor biodiesel ini nanti per Juli, per 1 Juli akan bertambah menjadi 50%.

Di sini kita memprediksi total awal untuk serapan dari B40 sampai dengan Desember, tadinya kita terbitkan 15.646.372 kl, dan ini proyeksi untuk total alokasi sampai dengan Desember nanti sedikit naik, jadi menjadi 17.602.168 kl," kata Eniya dalam RDP di Komisi XII, Kamis (4/6/2026).

Penyaluran insentif nantinya hanya akan diberikan untuk sektor PSO.

"Dan alokasi PSO dan non-PSO akan seperti yang sudah dilakukan sebelumnya, disalurkan insentif untuk yang sektor PSO saja," ujar Eniya.

Proyeksi Manfaat B50

Program B50 diproyeksikan mampu menghemat devisa negara hingga Rp157,28 triliun. Selain itu, kebijakan ini meningkatkan nilai tambah CPO hingga Rp24,68 triliun.

B50 berpotensi menyerap tenaga kerja sampai 2,2 juta orang. Program ini juga ditargetkan menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 46,72 juta ton CO2.

"Dan untuk proyeksi hingga Desember 2026 dengan adanya penambahan 50% ini, maka penghematan devisa yang bisa dilakukan mencapai Rp157,28 triliun," klaim Eniya.

>>> BOJ Naikkan Suku Bunga Acuan ke Level Tertinggi Sejak 1995

Uji Jalan B50 Rampung

Uji jalan atau road test B50 sepanjang 50 ribu kilometer pada berbagai mesin dan komponen kendaraan jarak jauh telah rampung pada akhir Mei lalu.

"[Road test] 50.000 km selesai minggu ini ya.

[Tes] di kapal sudah selesai, [mesin] tambang selesai, otomotif, Alsintan [alat dan mesin pertanian] selesai," ungkap Eniya di sela-sela IPA Convex 2026 di ICE BSD, Kamis (21/5/2026).

Pengujian pada sektor kereta dan genset belum sepenuhnya selesai. Namun, hal ini dipastikan tidak mengubah target pelaksanaan mandatori B50 pada semester kedua tahun ini.

"[Tes] yang belum selesai adalah kereta sama genset. Genset itu nanti sampai Oktober," tambah Eniya.

Hasil uji coba sejauh ini menunjukkan performa yang melampaui spesifikasi yang ada. Ketahanan penggantian filter kendaraan menjadi lebih lama.

"Iya, per satu Juli.

Gini, walaupun dua [sektor] itu tertinggal, tetapi kan mostly hasil uji sampai 50.000 km itu melampaui spesifikasi yang ada.

>>> Cooler Master Luncurkan Casing MicroATX Q300L V3 untuk Perakit Pemula

Maksudnya gini, kalau dipasang filter, 10.000 km sudah harus ganti, ternyata dia sampai 30.000 km enggak ganti [filter], dan ini bagus," jelas Eniya.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru