Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengajak Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) untuk melaksanakan uji coba jalan bensin dengan campuran bioetanol 20 persen atau E20 pada Rabu (18/6/2026).
Langkah ini diambil sebagai acuan untuk menaikkan kadar campuran bioetanol dari 5 persen menjadi 10 persen pada awal tahun 2027.
>>> Dokter SMC Malaysia Ungkap Bahaya Gejala Senyap Penyakit Ginjal Kronis
Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, menyatakan keyakinannya bahwa kendaraan roda empat masa kini sudah mampu mengadopsi campuran etanol hingga 30 persen.
“Nah itu saya minta tim Gaikindo tuh. Kamu janji ya ayo kita secepatnya E20 uji road test-nya.
Kalau itu oke kan berarti 10% [E10] enggak apa-apa 20% [E20]. Saya yakin produk-produk mobil yang sekarang itu bisa sampai 30%, itu di jurnal ada,” kata Eniya.
Pihak kementerian kini mendorong tindak lanjut riset tersebut melalui pengujian langsung di jalan raya serta pengelompokan tahun keluaran kendaraan yang kompatibel.
“Nah jadi kan sudah tinggal dicari saja theoretical base-nya, tetapi saya yakin 30% itu gak masalah cuma [kendaraan keluaran] tahun berapa yang bisa E10, tahun berapa yang bisa E20, tahun berapa yang bisa sampai E30.
>>> DPR Sinyal Revisi Formula Perhitungan Lifting Minyak Nasional
Nah, itu saya minta kemarin asosiasi yang Gaikindo untuk ayo kita segera road test mana yang harus kita sepakati,” ujar Eniya.
Terkait regulasi terdekat, Kementerian ESDM menargetkan mandatori E5 dapat diimplementasikan paling cepat mulai 1 Juli 2026 setelah menyelesaikan sejumlah aturan teknis dan menunggu hasil pengujian PT Pertamina (Persero) di Lemigas.
“Pokoknya ini saya karena saya lagi nunggu Pertamina terus ada uji apa gitu di Pertamina itu katanya sudah diserahkan Lemigas, Lemigas harus bersurat ke saya juga dari Dirjen Migas terus bareng-bareng kita putuskan oke speknya ini gitu.
Itu itu masih rada apa ya target kita kan intinya sebelum Desember sudah dimandatorikan dulu,” tegas Eniya.
>>> Harga Emas Antam 18 Juni 2026 Anjlok Rp 30.000 per Gram
Penerapan program ini diklaim memberikan keuntungan pada performa mesin kendaraan karena pencampuran bioetanol mampu mendongkrak nilai oktan bahan bakar.
“Tuh gasnya lebih ringan. Sekarang saya kalau setiap ketemu pejabat saya minta eh di tempat kementerian bapak harus pakai gitu.
Pasti oktannya itu kan [nail], oktannya itu ini kan oktan bioetanol sendiri kalau 100% itu kan antara 110 angka theoretical-nya 110 ada yang bilang 115—120 ada yang gitu tergantung spek dari etanolnya,” tutur Eniya.
Berdasarkan Keputusan Menteri ESDM Nomor 113. K/EK.
05/MEM.
>>> Harga Emas Antam 18 Juni 2026 Turun Rp 30.000 Per Gram
E/2026, implementasi E10 pada tahun 2028 akan dilakukan secara terbatas di tujuh wilayah, meliputi Jawa Timur, Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Bali, sebelum diperluas ke Lampung pada tahun 2029.
