Kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran disebut-sebut membawa dampak positif bagi industri dalam negeri.
Salah satu sektor yang sempat terganggu adalah pasokan bahan baku plastik akibat konflik di Selat Hormuz.
>>> Kemendiktisaintek Siapkan Rp200 Miliar untuk PTS Menuju World Class University
Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza menyatakan bahwa pasokan bahan baku plastik saat ini sudah mencukupi kebutuhan produksi.
Meski demikian, ia belum bisa menyebut situasi sepenuhnya aman.
"Belum bisa disebut aman, tapi untuk memenuhi kebutuhan produksi sudah aman," ujarnya di Kemenperin, Jakarta Selatan, Kamis (18/6/2026).
>>> Prodia Diagnostic Line IPO, Target Dana Rp62,75 Miliar
Dampak Konflik Sebelumnya
Sebelumnya, krisis di Selat Hormuz akibat eskalasi konflik Timur Tengah menyebabkan kelangkaan bahan baku seperti nafta untuk plastik dan amonia untuk pupuk.
Namun, Faisol menegaskan masalah tersebut kini sudah teratasi.
Ia menambahkan bahwa saat ini tidak ada keluhan dari pelaku usaha yang masuk ke Kemenperin. "Nggak (ada keluhan), sekarang sudah membaik semuanya.
>>> Kejagung Periksa Sony Sonjaya Terkait Permohonan Justice Collaborator
Sudah tertangani," jelasnya.
Perbaikan situasi ini tidak lepas dari kesepakatan damai antara Iran dan AS. Meski begitu, pemerintah tetap melakukan mitigasi untuk mengantisipasi kondisi serupa di masa depan.
"Dari pengalaman kemarin, kami masih memitigasi supaya jika ada situasi baru di tingkat global, kami bisa menyikapinya.
>>> OJK Restui Jeffrey Hendrik Jadi Dirut BEI Periode 2026-2030
Tapi dengan kabar damai Iran-AS, saya kira ini akan membaik," imbuh Faisol.
