⌂ Beranda News Goldman Sachs: Aliran Minyak Selat Hormuz Hanya Pulih 70 Persen pada Juni 2026

Goldman Sachs: Aliran Minyak Selat Hormuz Hanya Pulih 70 Persen pada Juni 2026

Goldman Sachs: Aliran Minyak Selat Hormuz Hanya Pulih 70 Persen pada Juni 2026
Kapal tanker minyak melintas di Selat Hormuz
A A Ukuran Teks16px

Goldman Sachs Group Inc. memperkirakan pemulihan aliran minyak melalui Selat Hormuz hanya mencapai sekitar 70 persen dari tingkat sebelum perang pada Juni 2026.

Pemulihan terbatas ini dipicu oleh produsen minyak regional di Timur Tengah yang tetap mengandalkan jalur pengiriman alternatif.

>>> Kolombia Tekuk Uzbekistan 3-1 di Laga Pembuka Grup K Piala Dunia 2026

Proyeksi ini muncul setelah Amerika Serikat dan Iran menandatangani kesepakatan sementara untuk mengakhiri perang dan membuka kembali Selat Hormuz.

Selama konflik, pengiriman minyak mentah anjlok drastis akibat blokade ganda dari kedua negara.

Peningkatan Aliran dan Pemulihan Produksi

Analis Goldman Sachs Yulia Zhestkova Grigsby menyatakan normalisasi ekspor Teluk ke tingkat sebelum perang dapat dicapai dengan peningkatan aliran Hormuz sebesar 13 juta barel per hari dari level saat ini.

Peningkatan pengiriman diperkirakan selesai pada akhir bulan depan, sementara pemulihan produksi Teluk terjadi pada Oktober.

>>> Pertamina Patra Niaga Evaluasi Harga BBM Non Subsidi Setiap Bulan

Sebelum perang, Badan Energi Internasional mencatat sekitar 20 juta barel minyak mengalir melalui selat tersebut setiap hari.

Selama permusuhan, negara produsen seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Irak meningkatkan penggunaan infrastruktur alternatif.

Saudi Aramco memaksimalkan pipa lintas negara ke Laut Merah, Uni Emirat Arab menggunakan pipa ke pelabuhan Fujairah, dan Irak mengirimkan minyak ke pelabuhan Ceyhan di Turki.

>>> Kejagung Periksa Eks Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya

Menteri Perdagangan Luar Negeri UEA Thani Al Zeyoudi mengatakan negaranya bergerak menuju nol ketergantungan pada Hormuz, terlepas dari apakah jalur tersebut terbuka atau tidak.

UEA memiliki rencana ambisius untuk memperluas pelabuhan timur di Dibba, Fujairah, dan Khor Fakkan demi menghindari ketergantungan pada selat tersebut.

"Jalur tersebut akan dibuka dan kami berharap itu akan terjadi dengan cepat, tetapi kami tidak akan menghentikan rencana baru ini," kata Al Zeyoudi.

Sementara itu, Kuwait Petroleum Corp.

>>> Meksiko vs Korea Selatan: Laga Krusial Fase Grup Piala Dunia 2026

tengah menegosiasikan perluasan sistem pipa minyak bersama Arab Saudi dan Uni Emirat Arab sebagai alternatif pengiriman untuk mengekspor minyak mentah mereka.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru