Presiden Amerika Serikat Donald Trump meminta seluruh pihak yang berkonflik di Timur Tengah untuk mempertahankan momentum perdamaian.
Ia menekankan pentingnya mendukung jalur diplomasi yang sedang berjalan di kawasan tersebut.
>>> Polda Metro Jaya Tangkap Roy Suryo dan dr Tifa
Melalui unggahan di platform Truth Social, Trump menegaskan komitmen Washington dalam mendorong stabilitas regional. Ia berharap semua pihak menunjukkan sikap serupa demi kelancaran proses perundingan.
"Amerika Serikat akan terus mendukung terciptanya perdamaian.
Kami berharap semua pihak di Timur Tengah tetap menjaga komitmen tersebut agar jalur negosiasi dapat berjalan secara efektif," tulis Trump.
Trump juga menyoroti respons positif pasar keuangan terhadap perkembangan di kawasan.
>>> IHSG Fluktuatif Usai MSCI Pangkas Rating Informasi Pasar Modal Indonesia
Menurutnya, ketegangan geopolitik yang mereda memberi sentimen positif bagi investor, ditandai penurunan harga minyak dunia dan penguatan pasar saham.
Perkembangan Diplomatik AS-Iran
Pemerintahan Trump menginginkan penghentian konflik secara menyeluruh di wilayah yang masih dilanda ketegangan. Hal ini termasuk ketegangan antara Israel dan Hizbullah di Lebanon.
Di sisi lain, perkembangan diplomatik penting terjadi antara Amerika Serikat dan Iran.
Kedua negara dilaporkan telah menyelesaikan penyusunan nota kesepahaman untuk mengakhiri konflik militer yang berlangsung sejak 28 Februari.
>>> Pertamina Pulangkan Dua Kapal Tanker dari Selat Hormuz
Dokumen kesepakatan tersebut ditandatangani secara jarak jauh pada 18 Juni. Langkah ini menjadi awal menuju kesepakatan yang lebih komprehensif.
Dalam memorandum itu, Washington dan Teheran memiliki waktu 60 hari untuk merundingkan kesepakatan final.
Negosiasi akan berfokus pada program nuklir Iran dan kemungkinan pelonggaran sanksi ekonomi dari Amerika Serikat.
Selain isu nuklir, kesepakatan awal ini mengatur lalu lintas maritim di kawasan Teluk.
>>> Didit Prabowo Gelar Pertemuan Tertutup dengan Jokowi Usai Malam 1 Suro di Solo
Amerika Serikat dijadwalkan mengakhiri blokade laut yang berlaku, sementara Iran berkomitmen memulihkan aktivitas pelayaran di Selat Hormuz.