Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mendorong Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) untuk mendukung pembangunan ekosistem kecerdasan buatan (AI) nasional.
Dukungan tersebut difokuskan pada penyediaan energi hijau bagi pusat data.
>>> Yen Anjlok ke Level Terendah Sejak Juli 2024, Pasar Waspada Intervensi Jepang
Langkah ini diumumkan pada Rabu (18/6/2026). Kedaulatan teknologi digital atau sovereign AI di Indonesia memerlukan fondasi infrastruktur yang mumpuni.
Infrastruktur tersebut membutuhkan pasokan energi bersih yang berkelanjutan. Hal ini agar fasilitas komputasi berkinerja tinggi dapat beroperasi secara optimal.
Peran Danantara dalam Pembiayaan Hijau
Direktur Kecerdasan Artifisial dan Ekosistem Teknologi Baru (AIKITA) Komdigi, Aju Widyasari, menjelaskan bahwa kesiapan infrastruktur berbasis unit pemrosesan grafis (GPU) sangat bergantung pada ketersediaan aspek pendukung.
Pusat data modern yang mengintegrasikan GPU untuk memproses AI membutuhkan pasokan daya listrik berskala besar secara nonstop.
Kebutuhan ini menjadi salah satu tantangan utama dalam pengembangan ekosistem digital mutakhir. Danantara dinilai memiliki kapasitas strategis untuk menyalurkan pembiayaan hijau melalui skema kemitraan investasi yang akomodatif.
>>> Kemnaker Tambah Kuota Program Magang Nasional Jadi 150 Ribu Peserta
Lembaga ini dapat menjembatani masuknya modal dari investor domestik maupun internasional. Tujuannya untuk menyokong sektor energi terbarukan pada klaster teknologi.
"Di sini ada peran dari Danantara untuk bisa memberikan bentuk funding atau bentuk kerja sama investasi yang memberdayakan semua kapasitas investasi dalam negeri maupun luar untuk mendukung penyediaan energi hijau," ujar Aju Widyasari.
Sinergi antara kebijakan energi bersih dan ekspansi industri digital diperkirakan mampu menciptakan efek bola salju yang menguntungkan bagi pelaku usaha di sektor teknologi makro.
Pemerintah telah mempersiapkan peta jalan pengembangan energi hijau yang terstruktur.
>>> Harga Emas Perhiasan di Raja Emas dan Laku Emas 18 Juni 2026 Turun
"Kebutuhan untuk AI ini mungkin bisa mendukung kebutuhan energi hijau dan nanti arahnya bisa menjadi insentif tersendiri bagi penyedia infrastruktur berbasis AI," tambah Aju.
Pemerintah juga sedang mematangkan konsep pembentukan dana abadi kecerdasan buatan (Sovereign AI Fund).
Dana ini untuk menyokong seluruh ekosistem digital nasional sekaligus memosisikan Indonesia sebagai pusat inovasi regional di Asia Tenggara.
Pengelolaan dana abadi akan diserahkan kepada Danantara dengan melibatkan pola pembiayaan campuran antara anggaran negara dan korporasi swasta.
Inisiasi penghimpunan Sovereign AI Fund ditargetkan mulai berjalan pada periode 2027 hingga 2029.
>>> Prodia Diagnostic Line Targetkan Dana IPO Rp62,75 Miliar
Alokasi dana tersebut akan difokuskan pada pembiayaan superkomputer, pusat data ramah lingkungan, penyediaan layanan komputasi awan, hingga program akselerasi talenta digital lokal.