⌂ Beranda News Danantara Terbitkan Obligasi Global Perdana Senilai 1,5 Miliar Dolar AS

Danantara Terbitkan Obligasi Global Perdana Senilai 1,5 Miliar Dolar AS

Danantara Terbitkan Obligasi Global Perdana Senilai 1,5 Miliar Dolar AS
Ilustrasi obligasi Danantara
A A Ukuran Teks16px

Danantara resmi menerbitkan obligasi global perdana senilai US$1,5 miliar pada Senin (15/6/2026).

Surat utang ini terbagi dalam dua seri dengan tenor 5 dan 10 tahun.

>>> IHSG Meroket 4,3 Persen, Saham Emas Berpotensi Reli

Masing-masing seri memiliki nilai sebesar US$750 juta.

Untuk tenor lima tahun, tingkat imbal hasil ditetapkan sebesar 5,35%, sedangkan tenor 10 tahun sebesar 5,95%.

Permintaan yang masuk selama proses book building mencapai sekitar US$4,6 miliar. Angka ini jauh melampaui target awal penerbitan yang hanya sebesar US$1,5 miliar.

Danantara mencatat bahwa kedua seri obligasi berhasil ditetapkan pada spread yang cukup ketat terhadap kurva obligasi negara Republik Indonesia.

Chief Executive Officer (CEO) BPI Danantara Rosan Roeslani menjelaskan bahwa pihaknya semula memperkirakan imbal hasil akan menyentuh angka di atas 6% bahkan mendekati 7%.

>>> Presiden Jerman Temui Prabowo di Jakarta, Bahas Kerja Sama Strategis

Namun, realisasinya lebih rendah.

"Kalau mereka tidak percaya, pastinya mereka minta yield premium yang sangat tinggi.

Ini tidak terjadi, bahkan kita lihat yield-nya sangat kompetitif sekali," kata Rosan dalam konferensi pers di Kompleks Istana Kepresidenan.

Sebelum penerbitan, Danantara melakukan roadshow ke berbagai pusat keuangan dunia sejak awal Juni. Kota yang dikunjungi meliputi Hong Kong, Singapura, Boston, London, dan New York.

Kegiatan ini didukung oleh peringkat kredit Danantara yang setara dengan sovereign rating Indonesia dari Moody's, S&P, dan Fitch.

"Ini membuktikan bahwa memang kepercayaan investor terhadap Indonesia itu ada," ujar Rosan.

>>> BPI Danantara Buka Suara Terkait Sorotan Laporan Keuangan

Rosan juga menyoroti pergeseran tren asal negara investor.

Berbeda dengan instrumen surat utang Indonesia sebelumnya yang didominasi Asia, kali ini banyak diminati pemodal dari Amerika Serikat.

"Biasanya permintaan obligasi dari Indonesia kebanyakan dari Asia. Tapi ini justru kebalikannya.

Yang terbesar adalah dari Amerika Serikat, terutama untuk tenor 10 tahun," kata Rosan.

Komposisi investor untuk tenor lima tahun didominasi oleh Eropa dan Timur Tengah dengan porsi 41%, diikuti Amerika Serikat 38%, dan Asia 21%.

>>> Prabowo Ajak Jerman Kembangkan Mineral Kritis di Indonesia

Untuk tenor 10 tahun, investor AS menjadi pembeli terbesar dengan porsi 52%, disusul Eropa dan Timur Tengah 31%, serta Asia 17%.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru