Nilai tukar yen Jepang merosot ke level terendah sejak Juli 2024 pada perdagangan Kamis (18/6) pagi di Tokyo.
Mata uang Jepang tersebut melemah hingga 0,2 persen ke posisi 160,80 per dolar AS.
>>> Prodia Diagnostic Line Targetkan Dana IPO Rp62,75 Miliar
Pelemahan ini dipicu oleh penguatan dolar AS setelah rapat Federal Reserve yang memicu ekspektasi kenaikan suku bunga acuan AS tahun ini.
Kondisi ini membuat para trader valuta asing bersiaga mengantisipasi langkah intervensi dari otoritas moneter Jepang.
Tekanan Terhadap Yen Meningkat
"Rapat The Fed memberi sinyal adanya pergeseran kebijakan yang lebih hawkish," ujar Andrew Hazlett, trader valuta asing di Monex Inc. "Hal ini memicu penguatan dolar AS dan telah menyeret yen ke level di mana intervensi pasar sudah mutlak harus dipertimbangkan."
Kecemasan pasar diperparah oleh proyeksi bahwa Bank of Japan (BOJ) lambat meningkatkan biaya pinjaman demi mengendalikan inflasi. Meski BOJ baru saja menaikkan suku bunga acuan pada Selasa lalu.
Deputi Gubernur BOJ Shinichi Uchida menegaskan bahwa nilai tukar valuta asing penting bagi perekonomian, namun bukan target kebijakan langsung bank sentral.
>>> Komnas HAM: Program Makan Bergizi Gratis Indikasikan Pelanggaran HAM
Data overnight index swaps menunjukkan peluang 80 persen bagi BOJ untuk bertindak sebelum akhir tahun.
Survei Bloomberg terhadap 44 ekonom memproyeksikan kenaikan suku bunga pada Desember.
Tekanan terhadap yen tetap terjadi meski Jepang telah menggelar aksi intervensi rekor senilai 11,73 triliun yen pada 28 April hingga 27 Mei.
"Pasar saat ini berada dalam kewaspadaan tinggi terhadap potensi aksi nyata dari Kementerian Keuangan Jepang," kata Brian Daingerfield, kepala strategi valuta asing G10 di NatWest Markets.
"Kita telah melihat di masa lalu bahwa intervensi kerap dipicu oleh risiko peristiwa tertentu."
>>> Lionel Messi Pimpin Perebutan Sepatu Emas Piala Dunia 2026
Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama menegaskan pemerintah siap merespons pergerakan nilai tukar kapan pun. Namun beberapa pengamat menilai pelemahan saat ini belum cukup menjadi alasan intervensi.
"Tidak ada alasan yang cukup kuat untuk melakukan intervensi, dan saya tidak melihat Kementerian Keuangan berada dalam posisi untuk membahas hal itu," ujar Tohru Sasaki, Kepala Strategi Fukuoka Financial Group.
"Dolar memang sedang kuat, tetapi yen justru relatif kuat terhadap mata uang lainnya. Ini bukan pelemahan yen yang terjadi secara menyeluruh."
Kesenjangan suku bunga AS dan Jepang serta tingginya harga minyak akibat konflik AS-Iran terus menekan yen.
Para spekulan meningkatkan posisi taruhan terhadap pelemahan yen ke level tertinggi dalam sembilan tahun terakhir.
>>> Microsoft Jual Model AI ke ByteDance dan Tencent di Tengah Ketegangan AS-China
Jika penurunan menembus 161,95 per dolar AS, yen akan mencapai posisi terlemah sejak Desember 1986.
