Harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi di Indonesia diproyeksikan turun signifikan pada semester II-2026.
Penurunan diperkirakan berkisar Rp1.000 hingga Rp1.200 per liter.
>>> Kejaksaan Agung Segel Gudang Ratusan Motor Listrik Badan Gizi Nasional
Proyeksi ini muncul akibat melandainya harga minyak mentah dunia.
Analis Komoditas sekaligus Founder Traderindo, Wahyu Laksono, menjelaskan bahwa formula penetapan harga BBM nonsubsidi sangat bergantung pada pergerakan harga minyak global.
"Proyeksi penurunan harga BBM nonsubsidi dengan catatan penurunan tren [harga minyak] yang konsisten bisa Rp1.000 hingga Rp1.200 per liter," kata Wahyu, Kamis (18/6/2026).
Penurunan harga minyak global dipicu meredanya ketegangan geopolitik.
>>> Bank Indonesia Diprediksi Naikkan Suku Bunga Acuan 25 Basis Poin
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani kesepakatan damai dengan Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz.
Komponen harga keekonomian minyak dunia memegang porsi dominan sekitar 60% hingga 65% terhadap struktur harga jual eceran di SPBU domestik.
Penyesuaian Harga Bulanan
Penyesuaian harga BBM nonsubsidi dilakukan secara periodik bulanan.
Indikator yang digunakan adalah Mean of Platts Singapore (MOPS) dan pergerakan kurs rupiah terhadap dolar AS.
"Jika tren penurunan harga minyak mentah sudah konsisten terjadi di sepanjang Juni 2026, maka penyesuaian harga yang lebih signifikan memang dimungkinkan untuk mulai diimplementasikan pada periode Juli 2026, selama faktor pendukung lainnya seperti stabilitas nilai tukar rupiah terjaga," jelas Wahyu.
>>> Harga Emas di Pegadaian 18 Juni 2026 Turun Berjemaah
Sebelumnya, PT Pertamina Patra Niaga menaikkan harga Pertamax dari Rp12.300 per liter menjadi Rp16.250 per liter pada Rabu (10/6/2026).
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menyatakan bahwa penyesuaian harga dilakukan sesuai regulasi.
"Harga jual tersebut diputuskan dengan tetap dikoordinasikan dengan pemerintah sebagai regulator, dan menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan penyediaan energi dan distribusi BBM berkualitas bagi masyarakat terus berjalan optimal," kata Roberth.
Harga BBM bersubsidi jenis Pertalite dan Solar tidak berubah, masing-masing Rp10.000 per liter dan Rp6.800 per liter.
>>> Mengenal Cara Kerja Postpil sebagai Pil Kontrasepsi Darurat
Saat ini harga minyak Brent berada di dekat US$78 per barel, sementara West Texas Intermediate di kisaran US$76 per barel.