Pil kontrasepsi darurat dapat digunakan untuk mencegah kehamilan setelah berhubungan intim. Di Indonesia, pil ini dijual bebas tanpa resep dokter.
Salah satu jenisnya adalah Postpil.
>>> PDPOTJI Ingatkan Masyarakat Periksa Izin Edar Jamu Online di BPOM
Postpil mengandung levonorgestrel 0,75 miligram per tablet. Cara kerjanya mirip dengan pil KB biasa, yaitu menunda pelepasan sel telur dan mengentalkan lendir serviks.
Hal ini menurunkan pergerakan sperma.
Postpil bukan pil aborsi. Kandungannya sama dengan pil KB reguler, hanya dosisnya lebih tinggi.
Jika kehamilan sudah terjadi, Postpil tidak memengaruhinya.
>>> Ekonom Soroti Kebijakan Penyesuaian Harga Pertamax yang Dinilai Terlambat
Efektivitas Postpil mencapai 90 persen. Semakin cepat diminum setelah berhubungan intim, semakin tinggi efektivitasnya.
Cara Penggunaan Postpil
Postpil dapat dikonsumsi dalam dua kondisi. Pertama, setelah berhubungan intim tidak direncanakan, minum 2 tablet sekaligus sesegera mungkin atau sebelum 72 jam.
Kedua, sebelum berhubungan intim yang direncanakan. Pengguna dapat meminum 2 tablet sekaligus sesaat sebelum berhubungan.
Menurut WHO, kontrasepsi darurat dianjurkan dalam lima hari setelah berhubungan seksual. Namun, lebih efektif bila diminum sesegera mungkin.
>>> UBS Proyeksikan FTSE 100 Sentuh 11.000 pada Akhir 2026
Penggunaan tepat dapat mencegah kehamilan hingga lebih dari 95 persen.
Ada dua jenis pil kontrasepsi darurat. Pertama, pil mengandung ulipristal acetate (UPA) yang harus dengan resep dokter.
Peluang hamil sekitar 1,2 persen. Dosis tunggal 30 mg, dapat dikonsumsi hingga 5 hari.
Kedua, pil mengandung levonorgestrel (LNG). Peluang hamil 1,2 hingga 2,1 persen.
>>> Pemerintah Pertahankan HET Minyakita Rp 15.700 per Liter
Paling baik diminum dalam 72 jam, tetapi masih efektif hingga 5 hari. Dosis tunggal 1,5 mg atau 2 dosis 0,75 mg dengan jarak 12 jam.