⌂ Beranda News AIIB Kucurkan Pendanaan Rp303 Triliun untuk Pembangunan Indonesia 2025-2029

AIIB Kucurkan Pendanaan Rp303 Triliun untuk Pembangunan Indonesia 2025-2029

AIIB Kucurkan Pendanaan Rp303 Triliun untuk Pembangunan Indonesia 2025-2029
Gedung kantor pusat AIIB di Beijing
A A Ukuran Teks16px

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengamankan komitmen pendanaan sebesar US$17 miliar atau sekitar Rp303,55 triliun dari Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB).

Pendanaan ini akan mendukung berbagai proyek pembangunan nasional selama periode 2025–2029.

>>> Kolombia vs Uzbekistan Buka Laga Grup K Piala Dunia 2026

Kesepakatan tersebut tercapai dalam pertemuan bilateral antara Menkeu dengan jajaran pimpinan AIIB di Beijing, Tiongkok. Kemitraan strategis ini dirancang untuk memperkuat kapasitas pembiayaan pembangunan nasional.

Skema Multiyear Rolling Pipeline

Pendanaan akan disalurkan melalui skema Multiyear Rolling Pipeline untuk mempercepat proyek strategis pemerintah. Menkeu Purbaya menyatakan komitmen ini merupakan kontribusi besar bagi pembiayaan proyek-proyek pembangunan di Indonesia.

"Kita berhasil mengamankan pendanaan sekitar US$17 miliar untuk proyek-proyek pembangunan di Indonesia antara tahun 2025 sampai 2029.

>>> IHSG Dibuka Melemah ke Level 6.167 Jelang Keputusan BI Rate

Itu merupakan kontribusi yang sangat besar bagi pembiayaan proyek-proyek pembangunan di Indonesia," ujar Menkeu.

Selain komitmen dana investasi, AIIB juga menunjukkan ketertarikan untuk mendirikan kantor perwakilan di Jakarta. Langkah ini bertujuan meningkatkan efisiensi koordinasi antara AIIB dan pemerintah Indonesia.

"AIIB juga berminat untuk membangun semacam kantor cabang di Jakarta.

>>> AIIB Kucurkan Pendanaan US$ 17 Miliar untuk Pembangunan Indonesia

Kita tentu menyambut baik niat tersebut dan saya berharap pada Juni tahun depan kantornya sudah berdiri," kata Menkeu.

Pihak AIIB menyatakan keyakinannya terhadap ketahanan ekonomi nasional serta pengelolaan anggaran negara. Menkeu menegaskan lembaga multilateral tersebut tidak meragukan prospek perekonomian Indonesia ke depan.

"Mereka tidak ada masalah dengan fiskal Indonesia. Mereka yakin dengan kredibilitas dan kreativitas fiskal kita," ujar Menkeu.

>>> Kementerian ESDM Proyeksikan Harga BBM Nonsubsidi Bakal Turun

Agenda kerja Menkeu di Beijing selanjutnya akan dilanjutkan dengan rangkaian pertemuan bersama otoritas keuangan Tiongkok dan para investor global.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru