⌂ Beranda News Moonshot AI Incar Pendanaan Baru Rp36 Triliun untuk Saingi Kompetitor

Moonshot AI Incar Pendanaan Baru Rp36 Triliun untuk Saingi Kompetitor

Moonshot AI Incar Pendanaan Baru Rp36 Triliun untuk Saingi Kompetitor
Logo Moonshot AI, startup kecerdasan buatan asal Beijing
A A Ukuran Teks16px

Startup kecerdasan buatan asal Beijing, Moonshot AI, dikabarkan tengah mengincar dana segar hingga US$2 miliar atau setara Rp36,36 triliun dalam putaran pendanaan terbaru.

Langkah ini diambil untuk menjaga daya saing perusahaan di tengah kompetisi teknologi yang kian sengit di China.

>>> Putin: Dominasi Ekonomi Barat Mulai Memudar di Era Multipolar

Putaran Pendanaan Ketiga dalam Enam Bulan

Aksi korporasi tersebut menjadi putaran pendanaan ketiga bagi pengembang chatbot Kimi dalam kurun waktu enam bulan terakhir.

Manajemen perusahaan dikabarkan telah memulai pembicaraan awal dengan sejumlah calon investor untuk menggalang dana awal yang diproyeksikan menembus angka US$1 miliar.

Proses negosiasi ini bergulir bersamaan dengan momentum Moonshot AI yang hampir merampungkan putaran pendanaan sebelumnya di bawah pimpinan Meituan.

Investasi terdahulu tersebut telah berhasil mendongkrak nilai valuasi perusahaan hingga menyentuh angka US$20 miliar.

Jika target pendanaan baru ini terealisasi, kapitalisasi pasar Moonshot AI akan melonjak drastis hingga tujuh kali lipat dibandingkan posisi pada Desember lalu.

>>> Gempa Filipina 7,7 Rusak Rumah di Sulut dan Picu Peringatan Tsunami

Pada akhir tahun tersebut, nilai valuasi perusahaan rintisan ini tercatat baru berada sedikit di atas US$4 miliar.

Suntikan modal jumbo ini diproyeksikan mampu membawa Moonshot AI melampaui nilai pasar pesaing terdekatnya yang sudah melantai di bursa, Minimax Group Inc., yang memiliki valuasi sekitar US$20 miliar.

Meski demikian, posisi kedua perusahaan ini tercatat masih berada di bawah Zhipu yang memiliki nilai pasar US$80 miliar, serta DeepSeek yang membidik dana US$50 miliar pada putaran perdana.

Di sisi kinerja keuangan, pendapatan berkala tahunan Moonshot AI dilaporkan telah melewati angka US$200 juta per April.

Kenaikan signifikan ini ditopang oleh melonjaknya permintaan pasar terhadap produk chatbot serta model bahasa besar (LLM) besutan mereka.

>>> Satgas Pangan Polri Selidiki Dugaan Kartel Harga TBS Sawit

Saat ini, perusahaan yang didirikan oleh Yang Zhilin—mantan profesor Universitas Tsinghua sekaligus eks peneliti di Meta Platforms Inc. dan Google—sedang melakukan restrukturisasi korporasi eksternal.

Langkah ini dipersiapkan untuk memuluskan rencana penawaran umum perdana (IPO) di bursa saham Hong Kong.

Proses perombakan struktur ini dipastikan tidak akan mengganggu akses perusahaan terhadap modal bermata uang dolar AS.

Moonshot AI menyiasatinya dengan mendirikan struktur usaha patungan (joint venture) baru yang tetap membuka pintu bagi masuknya investor asing.

Dalam model bisnisnya, Moonshot AI menyediakan paket langganan berjenjang untuk pengguna chatbot Kimi serta memasok teknologi dasarnya ke sektor korporasi.

>>> Funcom Siap Rilis Dune Awakening di Konsol September 2026

Startup ini juga baru saja merilis Kimi Work, sebuah agen AI serbaguna yang ditenagai oleh model seri K2.6 terbaru.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru