⌂ Beranda News IHSG Dibuka Melemah ke Level 6.167 Jelang Keputusan BI Rate

IHSG Dibuka Melemah ke Level 6.167 Jelang Keputusan BI Rate

IHSG Dibuka Melemah ke Level 6.167 Jelang Keputusan BI Rate
Grafik IHSG melemah
A A Ukuran Teks16px

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan hari ini, Kamis (18/6/2026).

Berdasarkan data Bloomberg Technoz, indeks terpangkas 53,04 poin atau sekitar 0,85% ke level 6.167 hingga pukul 09:10 WIB.

>>> Ekonom Sebut Kenaikan BI Rate Miliki Manfaat dan Risiko Seimbang

Pergerakan Bursa Asia dan Transaksi

Pergerakan bursa saham Asia pagi ini bervariasi. Zona merah melanda KOSDAQ Korea Selatan, Hang Seng Hong Kong, dan Straits Times Singapura.

Sementara itu, penguatan tercatat di NIKKEI 225 dan Topix Jepang, TW Weighted Index Taiwan, CSI 300 dan Shanghai Composite China, KOSPI Korea Selatan, PSEi Filipina, serta Shenzhen Comp China.

Dari Bursa Efek Indonesia (BEI), volume transaksi mencapai 3,43 miliar saham dalam 10 menit pertama perdagangan. Nilai transaksi tercatat Rp1,89 triliun dengan frekuensi 253.728 kali.

Sebanyak 200 saham menguat, 325 saham melemah, dan 177 saham stagnan.

Sikap Wait and See Menjelang BI Rate

BRI Danareksa Sekuritas melaporkan aksi ambil untung dan sikap wait and see investor mendominasi pasar. Hal ini terjadi menjelang sejumlah agenda krusial pekan ini.

Pelaku pasar fokus pada keputusan Bank Indonesia (BI) yang diproyeksikan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 bps menjadi 5,75%.

>>> IHSG Dibuka Melemah 0,99 Persen ke Level 6.159 pada 18 Juni 2026

“Secara teknikal, IHSG berpotensi bergerak melemah terbatas dan cenderung konsolidatif dengan support 6.071–5.931 dan resistance 6.300–6.350,” demikian riset BRI Danareksa Sekuritas.

Tren rebound jangka menengah masih terjaga selama indeks bertahan di atas area support, meski volatilitas diperkirakan meningkat.

Saham pilihan BRI Danareksa Sekuritas hari ini adalah NCKL, MDKA, dan SMIL.

Sentimen Suku Bunga Global dan Teknis

Phintraco Sekuritas menyebutkan The Fed mengisyaratkan kenaikan suku bunga tahun ini untuk menekan inflasi.

Sejumlah pejabat The Fed memproyeksikan kenaikan berlanjut pada 2026 dengan median suku bunga naik ke 3,8% dari proyeksi Maret 3,4%.

>>> Pengelola Batasi Akses Masuk Kawasan GBK Menjelang Eksekusi Hotel Sultan

“Secara teknikal, MACD IHSG membentuk pelebaran histogram positif, namun Stochastic RSI membentuk death cross di area overbought,” tulis Phintraco.

IHSG diproyeksikan sideways dengan kecenderungan melemah pada rentang 6.100–6.350. Saham rekomendasi Phintraco meliputi MAPI, MSIN, JSMR, HEAL, dan ESSA.

Pengaruh Wall Street dan Rupiah

CGS International Sekuritas Indonesia mencatat hambatan dari pelemahan Wall Street, aksi jual asing, dan depresiasi rupiah. Namun, kenaikan harga komoditas berpotensi mendorong indeks.

Investor menanti konsensus kenaikan BI Rate 25 bps ke 5,75%. IHSG diprediksi bervariasi cenderung melemah dengan support 6.110–6.000 dan resistance 6.330–6.445.

Saham rekomendasi CGS International: BBRI, TLKM, MYOR, HRTA, ADRO, dan TINS.

Sementara itu, Panin Sekuritas memproyeksikan indeks masih berpeluang menguat didorong meredanya tensi geopolitik dan stabilitas rupiah. Aliran dana asing dan respons positif terhadap kebijakan pemerintah turut menopang.

>>> VinFast Pangkas Harga VF 9 hingga 170 Juta Dong dan Ekspansi ke India

Saham pilihan Panin Sekuritas: AKRA, TCPI, dan MAPI.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru