Infantino menegaskan bahwa kehadiran timnas Iran merupakan sebuah pencapaian besar diplomasi di tengah tingginya tensi geopolitik. "Saya tak bermaksud untuk [berkata] santai dan tidak melakukan apapun.
Maksud saya, percaya kami bahwa kami bekerja keras di balik layar, mencoba untuk memahami [situasi]. Ada hal yang kami bisa katakan, ada hal yang kami tidak katakan.
Kami selalu mencoba untuk membuat hal jadi positif dan mencari solusi," ujar Infantino seperti dikutip dari Al Jazeera.
Ia menyatakan kesuksesan tersebut diraih berkat kerja keras kolektif.
"Sebuah kesuksesan untuk bisa membawa Iran bermain di Amerika, saya tak tahu siapa yang bisa melakukan hal itu...
Kita tidak hidup di bulan, kita hidup di Bumi, dan kami mencoba yang terbaik," ujar Infantino.
Infantino menceritakan kegigihan para pemain Iran yang tetap optimistis bisa bertanding.
"People were saying Iran couldn't come to the World Cup, I promised them they will come and if I have to go on a bus to Tehran and drive them here I will do that.
Their answer was we will take the bus and drive ourselves if needs be. We qualified and we want to play," ujar Infantino.
>>> Apple Siapkan Desain iPhone 18 Pro Baru Lewat Integrasi Siri AI
Ia memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh jajaran manajemen FIFA. "I am very happy we managed to get Iran to come and play.
I am proud of the work of my team," kata Infantino.
Ketegasan mengenai akses bagi negara peserta juga merujuk pada prinsip dasar kompetisi.
"It's obvious when it comes to Fifa competitions, any team, including the supporters and officials of that team, who qualify for a World Cup need to have access to the country, otherwise there is no World Cup," ucap Infantino.
Hubungan dengan Trump dan Antusiasme Penonton
Hubungan bilateral yang erat dengan Presiden Donald Trump dinilai menjadi kunci penting. "I have a great relationship with President Trump," kata Infantino.
Kerja sama yang terjalin erat sejak masa jabatan pertama Trump mempermudah koordinasi lintas sektoral.
"Without his engagement and his involvement I think it would have been impossible -- as simple as that -- impossible to organise a World Cup in the [US]," ujar Infantino.
Di luar isu imigrasi, kemeriahan atmosfer di awal turnamen telah melampaui ekspektasi. "Saya sangat gembira melihat suasana yang luar biasa dan stadion yang penuh.
Rata-rata kehadiran penonton bahkan melampaui 63.000 orang pada delapan pertandingan pembuka," kata Infantino.
Pertandingan antara Swiss dan Qatar di San Francisco Bay Area Stadium menjadi salah satu laga yang paling menarik perhatian.
"Qatar melawan Swiss di San Francisco menghadirkan stadion yang penuh. Itu benar-benar indah dan hasilnya cukup mengejutkan bagi sebagian orang," ujar Infantino.
Infantino menilai lingkungan yang damai dan penuh kegembiraan mencerminkan esensi utama dari kompetisi sepak bola.
"Kami memiliki lingkungan yang sangat damai dan penuh kegembiraan, mulai dari Mexico City hingga seluruh kota penyelenggara lainnya.
Inilah esensi sesungguhnya dari Piala Dunia," jelas Infantino.
>>> Gubernur Jawa Tengah Coret Peserta Titipan dalam SPMB 2026
Pertemuan tingkat tinggi antareksekutif sepak bola ini dijadwalkan berlangsung hingga 17 Juni 2026 untuk merumuskan arah strategis sepak bola masa depan.