Presiden FIFA Gianni Infantino menanggapi gelombang kritik terkait pembatasan visa imigrasi Amerika Serikat.
Ia juga mengapresiasi lonjakan jumlah penonton dalam pembukaan Konferensi Tingkat Tinggi Eksekutif Sepak Bola FIFA 2026 di Miami pada Selasa (16/6/2026).
>>> Xiaomi 17T Pro vs iPhone 17: Spesifikasi Hardware Agresif Jadi Andalan
Badan sepak bola dunia tersebut menghadapi tantangan regulasi ketat dari pemerintah AS. Penolakan visa bagi wasit asal Somalia Omar Artan dan sejumlah jurnalis menjadi sorotan.
Menurut analisis data perjalanan oleh BBC, pembatasan perjalanan dan tingginya penolakan visa kini dihadapi oleh para penggemar dari seperempat negara peserta.
"Sungguh sangat disayangkan melihat hal yang terjadi pada Omar. Namun kami tidak mengendalikan segalanya.
Kami mencoba, kami berdiskusi dan kami akan berbicara," kata Infantino seperti dikutip dari Sky Sports.
Infantino menyerukan agar semua pihak tetap tenang. Ia menegaskan bahwa FIFA terus melakukan pembicaraan dengan otoritas setempat demi mencari solusi terbaik.
"Mungkin terkadang selalu ada baiknya untuk santai dan rileks. Kami bekerja untuk segalanya dan coba mencari solusi untuk segala hal.
Terkadang, berteriak dan mengumpat bakal menimbulkan efek sebaliknya dari menemukan solusi," ujar Infantino.
Perbandingan dengan Inggris dan Qatar
Ketika didesak mengenai kewenangan federasi dalam mengintervensi kebijakan imigrasi negara penyelenggara, Infantino membandingkannya dengan rencana pelaksanaan turnamen masa depan di Inggris.
"Di 2035, saya rasa Piala Dunia Wanita akan ada di Inggris.
Apakah kalian pikir normal FIFA akan mendikte Pemerintah Inggris terkait siapa-siapa yang boleh masuk ke negara itu dan siapa yang tidak boleh masuk ke negara tersebut?
Saya tak tahu, mungkin kalian pikir hal tersebut normal," tutur Infantino.
Ia menambahkan bahwa regulasi ketat tersebut berkaitan erat dengan faktor keamanan yang menjadi prioritas utama negara tuan rumah.
"Dunia ini adalah dunia yang sangat agresif dan keamanan ada di atas segalanya. Kalian harus menghormati keputusan tersebut," tutur Infantino melanjutkan.
Infantino juga merespons kritik media Barat dengan membandingkannya dengan Piala Dunia 2022 di Qatar. "Today I have strong feelings.
>>> Ramalan Zodiak Cinta: Tips Menjaga Hubungan Harmonis dan Menyenangkan
Today I feel Qatari, I feel Arab, I feel African, I feel gay, I feel disabled, I feel a migrant worker," tutur Infantino.
Ia menilai ada motif standar ganda dari negara-negara Eropa. "This one-sided moral lesson is just hypocrisy.
I wonder why no-one recognises the progress made here since 2016," ujar Infantino.
Kesuksesan Diplomasi Iran
Selain masalah visa wasit, perhatian juga tertuju pada timnas Iran yang sempat lama menunggu visa masuk. Mereka tidak diperkenankan bermalam di AS, sehingga harus pulang-pergi dari Tijuana, Meksiko.