⌂ Beranda News Pekerja di Negara Miskin Habiskan Waktu Kerja Lebih Lama

Pekerja di Negara Miskin Habiskan Waktu Kerja Lebih Lama

Pekerja di Negara Miskin Habiskan Waktu Kerja Lebih Lama
Pekerja di negara miskin bekerja dengan alat sederhana
A A Ukuran Teks16px

Pekerja di negara dengan pendapatan rendah menghabiskan lebih banyak waktu untuk bekerja setiap tahunnya.

Kesenjangan ini membuat mereka menghadapi hari kerja yang lebih panjang dan jatah libur yang lebih sedikit.

>>> Kementerian PU Kejar Target Fungsional Sekolah Rakyat Nagan Raya Juli 2026

Kondisi kemakmuran ekonomi global saat ini sangat tidak merata.

Sebagai contoh, penduduk Swiss yang termasuk negara terkaya memiliki pendapatan rata-rata lebih dari 15 kali lipat dibandingkan warga Kamboja.

Berdasarkan data Our World in Data, negara dengan PDB per kapita terendah seperti Kamboja dan Myanmar mencatatkan jam kerja tertinggi.

Di Kamboja, seorang karyawan rata-rata bekerja sekitar 2.500 jam per tahun, sedangkan di Swiss waktu kerja berada di bawah 1.600 jam.

Terdapat keterkaitan erat antara pendapatan nasional dengan rata-rata durasi kerja. Sejak era revolusi industri selama 150 tahun terakhir, jam kerja berkurang drastis seiring meningkatnya kemakmuran masyarakat.

>>> DANA Hadirkan Dana Cicil, Fitur Pembiayaan Fleksibel untuk Pengguna Dompet Digital

Ketika pendapatan per kapita meningkat, masyarakat memiliki kemampuan finansial untuk membeli hal-hal yang mereka sukai.

Hal ini termasuk memiliki lebih banyak waktu luang dan mengurangi porsi waktu untuk bekerja.

Pengaruh Produktivitas dan Inovasi Teknologi

Tingkat produktivitas yang tinggi menjadi alasan utama mengapa pekerja di negara kaya bisa bekerja dengan durasi lebih singkat.

Produktivitas mencerminkan kemampuan menghasilkan nilai lebih besar dalam satuan waktu yang sama.

>>> 5 Rekomendasi Ruang Meeting Murah di Jakarta dengan Fasilitas Lengkap

Pekerja yang didukung teknologi modern dapat menyelesaikan lebih banyak tugas dalam satu jam.

Sebaliknya, masyarakat di negara dengan produktivitas rendah harus bekerja lebih lama demi mendapatkan hasil yang setara.

Kemajuan teknologi, penggunaan mesin modern, serta metode kerja yang efisien sangat memengaruhi hubungan antara pendapatan tinggi dan singkatnya jam kerja.

Sektor pertanian menjadi salah satu contoh nyata perubahan efisiensi ini.

Petani zaman dahulu membutuhkan banyak tenaga dan waktu untuk panen, namun kini mesin serta bibit unggul membuat hasil pertanian meningkat pesat.

>>> Rosan Roeslani Ungkap Alasan Laporan Keuangan Danantara Belum Rilis

Selain itu, pembatasan jam kerja yang seimbang terbukti menjaga konsentrasi serta produktivitas pekerja tetap optimal.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru