Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat signifikan 5,03 persen ke level 6.309,72 pada penutupan sesi I perdagangan Senin (15/6).
Penguatan ini dipicu sentimen positif kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran.
>>> Aerotrans Gandeng Geotab untuk Tingkatkan Efisiensi dan Keselamatan Armada
Lonjakan IHSG sejalan dengan apresiasi mayoritas bursa saham global.
Data RTI Business mencatat Nikkei 225 Index naik 4,96 persen ke 69.295,39, Hang Seng Index naik 0,58 persen ke 24.857,22, Shanghai Composite Index naik 0,94 persen ke 4.069,21, dan Straits Times Index naik 1,07 persen ke 5.079,37.
Faktor Pendorong Penguatan
Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menyatakan penguatan IHSG lebih dominan dipengaruhi faktor global.
>>> Cara Mudah Mengaktifkan SPayLater di Aplikasi Shopee
Penurunan harga minyak dunia lebih dari 4 persen setelah pembukaan kembali Selat Hormuz meredakan kekhawatiran investor terhadap inflasi global.
Selain itu, faktor regulasi domestik seperti pembatalan skema gross split dan potensi relaksasi RKAB di sektor minerba turut mendukung.
>>> Oxygen.id Jadi Official Internet Partner FIFA Matchday Juni 2026 di SUGBK
Pasar juga menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pekan ini.
Direktur Infovesta Utama, Wawan Hendrayana, menambahkan bahwa IHSG sebelumnya berada di zona oversold saat menyentuh level 5.400-an dan kini dalam fase rebound.
Pemulihan ini didukung akumulasi penguatan 18,11 persen dalam lima hari terakhir.
>>> Hoshi SEVENTEEN Danai Pembangunan Sekolah dan Panti Asuhan di Zambia
Namun, Wawan mengingatkan potensi aksi ambil untung jika muncul sentimen negatif, seperti eskalasi AS-Iran atau hasil pertemuan FOMC pekan ini.