PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) resmi mengajukan proposal final ke Bursa Hong Kong untuk pencatatan saham melalui skema Global Offering Hong Kong Depositary Receipts (HDR).
Proposal tersebut diajukan pada Rabu (17/6/2026).
>>> Bahlil Lahadalia: 20 Juta Ton Batu Bara PLN Belum Dikontrak
Aksi korporasi ini melibatkan penawaran sebanyak 89,67 juta HDR dengan harga maksimum HK$26,6 per HDR.
Jika seluruh penawaran terserap pada harga tertinggi, nilai transaksi diperkirakan mencapai sekitar HK$2,38 miliar. Jumlah tersebut setara dengan lebih dari Rp5 triliun.
Penawaran dari Pemegang Saham Lama
Seluruh HDR yang ditawarkan merupakan saham milik pemegang saham lama atau selling shareholders. Dengan demikian, EMAS tidak menerbitkan saham baru dan tidak memperoleh dana segar dari transaksi ini.
>>> Hong Yoo Kyung Umumkan Kehamilan Anak Pertama, Usia Kandungan 16 Minggu
Manajemen EMAS menyatakan bahwa seluruh hasil penawaran akan diterima langsung oleh pemegang saham penjual.
"Kami tidak akan menerima hasil bersih apa pun dari global offering," tulis manajemen dalam prospektus.
Sejumlah pemegang saham yang terlibat dalam divestasi ini berasal dari jajaran pengendali dan investor awal Grup Merdeka.
Komisaris EMAS Winato Kartono melepas 76,34 juta saham dasar, sementara Direktur PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) Hardi Wijaya Liong menjual 32,72 juta saham.
>>> GoTo Siapkan Dana Buyback Saham Rp3,5 Triliun, Tunggu Restu RUPSLB
Entitas lain yang berpartisipasi meliputi Continuum SPC, PT Nugraha Eka Kencana, dan PT Unitras Kapital Indonesia. Entitas tersebut terafiliasi dengan Edwin Soeryadjaya selaku Presiden Komisaris MDKA.
Seluruh biaya pencatatan di bursa Hong Kong akan ditanggung penuh oleh para pemegang saham penjual. Biaya tersebut tidak membebani keuangan perseroan.
Estimasi biaya pencatatan mencapai US$9,5 juta.
>>> PT Xolare RCR Energy Targetkan Pendapatan Rp412,57 Miliar pada 2026
Dana tersebut digunakan untuk membayar komisi penjamin emisi, biaya sponsor, biaya hukum, dan pungutan resmi terkait proses pencatatan di Hong Kong Stock Exchange.