Strategi ini dijalankan melalui penguatan kolaborasi bersama para mitra strategis.
Potensi pasar ini terbilang besar mengingat sebaran infrastruktur yang ada di berbagai wilayah.
Saat ini tercatat ada 2.349 fasilitas pelabuhan yang terbagi atas 947 unit TUKS dan 1.402 unit Tersus.
Langkah strategis juga diambil oleh PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) dalam memperluas kepemilikan bisnisnya. Manajemen resmi menyepakati perjanjian jual beli saham pada tanggal 8 Juni 2026.
>>> Harga Pangan PIHPS 10 Juni 2026: Bawang Merah Melonjak, Daging Sapi Turun
Lewat kesepakatan tersebut, NISP mengambil alih 20 persen porsi kepemilikan saham pada PT Great Eastern Life Indonesia.
Saham tersebut dibeli dari pengendali sebelumnya, yakni The Great Eastern Life Assurance Company Limited, dengan nilai transaksi mencapai Rp201,98 miliar.
Proses akuisisi ini merupakan bagian dari peta jalan pembentukan konglomerasi keuangan di bawah payung OCBC Group di Indonesia.
Dalam skema ini, OCBC NISP memegang posisi sebagai Perusahaan Induk Konglomerasi Keuangan Operasional (PIKK), sedangkan Great Eastern Life Indonesia diposisikan sebagai anggota grup usaha.
Emiten menara telekomunikasi, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG), juga membawa kabar baik bagi para pemegang sahamnya. Perseroan memutuskan untuk membagikan dividen tunai senilai Rp47 per lembar saham.
Total dana yang dikeluarkan untuk dividen ini mencapai Rp1,05 triliun untuk tahun buku 2025.
Kebijakan pemanfaatan laba ini telah mengantongi restu pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 9 Juni 2026.
Rasio pembayaran dividen ini setara dengan 73,59 persen dari total laba bersih yang diatribusikan kepada entitas induk.
Sepanjang tahun 2025, TBIG mengantongi pendapatan sebesar Rp6,91 triliun, tumbuh tipis dari capaian tahun sebelumnya yang senilai Rp6,87 triliun.
Sejalan dengan kenaikan pendapatan, laba bersih emiten juga ikut terkerek naik 4,79 persen menjadi Rp1,43 triliun.
Dampaknya, nilai laba per saham atau earning per share (EPS) naik 5,51 persen ke angka Rp63,71.
Pada sesi penutupan perdagangan 9 Juni 2026, harga saham TBIG bertengger di level Rp1.525 per lembar.
>>> Harga Emas Antam Jatuh Rp 20.000 per Gram pada 10 Juni 2026
Manajemen menjadwalkan masa cum dividen jatuh pada 18 Juni 2026, sementara proses pencairan dana ke rekening pemegang saham akan dilaksanakan pada 9 Juli 2026.