⌂ Beranda News Anggaran Makan Bergizi Gratis Terserap Rp88,15 Triliun hingga Mei 2026

Anggaran Makan Bergizi Gratis Terserap Rp88,15 Triliun hingga Mei 2026

Anggaran Makan Bergizi Gratis Terserap Rp88,15 Triliun hingga Mei 2026
Ilustrasi program Makan Bergizi Gratis
A A Ukuran Teks16px

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan realisasi anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah mencapai Rp88,15 triliun hingga akhir Mei 2026.

Dana tersebut disalurkan kepada 63,1 juta penerima manfaat dan 29.670 Satuan Pendidikan Penyelenggara Gizi (SPPG).

>>> Melihat Fasilitas Penyimpanan Ribuan Pesawat Pensiun di Gurun Arizona

Hal ini disampaikan Purbaya dalam Konferensi Pers APBN Kita, Senin (8/6/2026).

Rincian Penerima Manfaat

Dari total penerima, sebanyak 48,9 juta orang merupakan siswa sekolah.

Sisanya, 14,3 juta penerima berasal dari kelompok non-siswa.

Jumlah penerima pada Mei 2026 meningkat dibandingkan April yang tercatat 62 juta orang.

Meski jumlah penerima naik, serapan anggaran bulanan justru menurun.

>>> Jensen Huang Sebut Aksi Jual Saham Teknologi Peluang Beli

Pada Mei, realisasi anggaran MBG sebesar Rp13,5 triliun, turun dari April Rp19,66 triliun dan Maret Rp16,37 triliun.

Total pagu anggaran program MBG tahun 2026 ditetapkan sebesar Rp335 triliun.

Realisasi hingga bulan kelima baru mencapai 26,3 persen dari target.

Secara kumulatif, realisasi belanja negara hingga akhir Mei 2026 mencapai Rp1.365 triliun.

Angka ini tumbuh 34,4 persen secara tahunan (yoy) dan setara 35,5 persen dari total anggaran tahunan Rp3.842 triliun.

>>> Fungsi Roof Rail Mitsubishi Pajero Sport dan Xforce Bukan Sekadar Pajangan Atap

Belanja pemerintah pusat tercatat Rp1.059 triliun, melonjak 52,6 persen yoy.

Belanja kementerian lembaga (K/L) tumbuh 58,9 persen menjadi Rp517,7 triliun.

Sementara belanja non-K/L naik 47,0 persen menjadi Rp54,6 triliun.

Purbaya menjelaskan percepatan serapan anggaran di awal tahun sengaja dilakukan agar distribusi uang tidak menumpuk di akhir tahun.

"Karena kita ingin belanja terjadi merata sepanjang tahun, tidak hanya di triwulan keempat saja," ujarnya.

>>> Jessie J Umumkan Bebas Kanker Payudara Usai Operasi

Menurut otoritas keuangan, percepatan ini memberikan dampak lebih produktif bagi perekonomian nasional.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru