Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengalokasikan dana sebesar Rp14,09 triliun untuk tunjangan guru non-Aparatur Sipil Negara (ASN) pada tahun anggaran 2027.
Hal ini disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, dalam Rapat Kerja bersama Komisi X DPR RI, Kamis, 18 Juni 2026.
>>> Investor Asing Borong Saham Merdeka Gold Resources Rp 945 Miliar
"Peningkatan kesejahteraan guru non ASN Rp 14,09 triliun," kata Mu'ti dalam rapat tersebut. Anggaran ini bersumber dari pagu indikatif kementerian yang masuk ke program prioritas nasional.
Prioritas Peningkatan Mutu Pendidikan
Kebijakan ini bertujuan mendorong mutu pendidikan nasional melalui peningkatan kesejahteraan tenaga pengajar.
>>> Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Kerja Padat Karya, Upah Setara UMP
Selain tunjangan non-ASN, pemerintah daerah juga difasilitasi alokasi dana tunjangan guru ASN melalui Dana Alokasi Khusus nonfisik bidang pendidikan.
Di luar urusan kesejahteraan, Kemendikdasmen memiliki program prioritas lain pada 2027.
>>> 5 Tanda Tubuh dan Pikiran Membutuhkan Istirahat Mental
Program tersebut mencakup revitalisasi satuan pendidikan, penanganan anak tidak sekolah, Program Indonesia Pintar, dan pemerataan layanan satu tahun prasekolah.
Kemendikdasmen juga menyiapkan pengembangan pembelajaran digital. Materi coding, kecerdasan artifisial, deep learning, Tes Kemampuan Akademik, dan penguatan karakter menjadi bagian dari program tersebut.
>>> Synology Luncurkan DSM 7.4 dengan Fitur AI dan Efisiensi Penyimpanan
Peningkatan kualitas layanan SMK yang bermitra dengan industri juga dirancang. Selain itu, ada program pelestarian dan penginternasionalan bahasa Indonesia.