⌂ Beranda News Melihat Fasilitas Penyimpanan Ribuan Pesawat Pensiun di Gurun Arizona

Melihat Fasilitas Penyimpanan Ribuan Pesawat Pensiun di Gurun Arizona

Melihat Fasilitas Penyimpanan Ribuan Pesawat Pensiun di Gurun Arizona
Ribuan pesawat pensiun di fasilitas penyimpanan Pinal Air Park, Gurun Arizona
A A Ukuran Teks16px

Sekitar 8.000 pesawat yang telah habis masa pakainya kini teronggok di berbagai gurun, belantara, serta fasilitas penyimpanan di seluruh dunia.

Sebanyak 11.000 armada lainnya diperkirakan akan menyusul dalam 10 tahun ke depan.

>>> Jessie J Umumkan Bebas Kanker Payudara Usai Operasi

Fasilitas penampungan ini mulai terisi penuh sejak pandemi COVID-19 melanda. Maskapai penerbangan melakukan efisiensi biaya dengan merumahkan pilot, memangkas rute, dan memarkir ratusan pesawat.

Aviation Circularity Consortium menilai ribuan armada yang dinonaktifkan dapat menjadi sumber material baru sekaligus solusi limbah.

Maskapai bisa membongkar armada tua untuk diambil suku cadangnya guna mendukung perawatan pesawat lain.

Di Amerika Serikat, beberapa armada Spirit Airlines kemungkinan berakhir di fasilitas penyimpanan untuk dikonfigurasi ulang atau dibongkar. Langkah ini diambil setelah maskapai tersebut resmi menghentikan operasionalnya.

Pinal Air Park: Lokasi Penyimpanan di Gurun Arizona

Salah satu lokasi penampungan terkenal adalah Pinal Air Park di area gurun Marana, Arizona. Tempat ini berjarak sekitar 144 kilometer di tenggara Phoenix.

Iklim gurun yang kering dinilai sangat ideal untuk mencegah korosi pada badan pesawat.

Ketika operasional maskapai menyusut pada 2020, ratusan pesawat dari berbagai penjuru diterbangkan ke fasilitas seluas 841 hektar ini.

>>> Ramalan Zodiak Cinta: Capricorn hingga Sagitarius, Tips Hadapi Dinamika Asmara

Pinal Air Park mengambil langkah antisipasi untuk memastikan armada tetap siap terbang kapan pun industri pulih.

Ascent Aviation Services (AAS) selaku penyedia layanan perawatan bahkan menambah staf untuk menangani kedatangan armada.

CCO Ascent Aviation Services, Scott Butler, menyebutkan sejak Maret 2020 terdapat sekitar satu pesawat yang datang setiap jam.

Perusahaan membutuhkan lebih dari 150 mekanik tambahan.

Pihak pengelola kemudian membangun area parkir tambahan untuk menampung ratusan jet dari berbagai negara, termasuk AS, Korea Selatan, Inggris, Australia, dan Kanada.

Perusahaan leasing juga memenuhi lapangan setelah memborong pesawat murah yang dijual selama pandemi untuk disimpan.

Namun, saat perjalanan udara kembali melonjak, AAS kembali fokus pada layanan utama: pemeliharaan, perbaikan, dan perombakan.

Layanan dasar meliputi pemeriksaan perawatan sederhana dan perbaikan sesuai permintaan, seperti membenahi roda pendaratan atau memeriksa sistem penerbangan.

>>> Resepsi Mewah Dua Lipa dan Callum Turner di Sisilia, Habiskan Rp28 Miliar

Proses perawatan berat menjadi bagian paling menguras anggaran maskapai, di mana penilaian menyeluruh untuk jet berbadan lebar bisa memakan waktu hingga 60 hari.

"Pemeriksaan pesawat berbadan sempit akan memakan biaya sekitar USD 2 juta," kata Butler kepada Business Insider. "Untuk pesawat berbadan lebar, biayanya dengan mudah bisa mencapai USD 3 juta."

Tingginya biaya pemeriksaan membuat banyak maskapai memilih menjual pesawat ketika mencapai tahap tersebut, yang biasanya terjadi setiap enam hingga 10 tahun.

Opsi lainnya adalah membiarkan masa sewa berakhir.

Jika perusahaan pemberi sewa menemukan penyewa baru, armada perlu disesuaikan kembali. AAS menyediakan layanan pengecatan ulang, penggantian sistem penerbangan, hingga pemasangan kabin baru.

Terkadang, pesawat penumpang diubah fungsinya menjadi armada kargo.

Proses pembongkaran satu pesawat dapat memakan waktu berbulan-bulan. Ratusan suku cadang diambil untuk dijual kembali atau diperbaiki.

>>> IBM Resmi Luncurkan Bob, Mitra AI untuk Pengembang Skala Enterprise

Komponen yang telah bersertifikasi ulang dapat dikirimkan kembali ke maskapai sebagai stok, sehingga pesawat pensiun tetap menyokong operasional armada aktif.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru