Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mendorong para pelaku usaha dan petani untuk mempercepat ekspor komoditas perkebunan.
Langkah ini diambil di tengah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
>>> SpaceX Pacu Satelit Starlink V3 untuk Penuhi Kebutuhan AI
Menurut Mentan, situasi ini justru menjadi momentum positif bagi sektor perkebunan. Ia menyampaikan hal tersebut di Jakarta pada Senin (8/6/2026).
Momentum di Balik Pelemahan Rupiah
Andi Amran Sulaiman menilai setiap tantangan ekonomi selalu membawa sisi positif. "Khusus perkebunan itu kami dorong ekspor, termasuk sawit kita dorong.
Kenapa? Ini momentum yang baik," ujarnya.
>>> Gempa Magnitudo 7,7 Guncang Mindanao Filipina, Getaran Terasa hingga Manado
Ia menambahkan bahwa seluruh komoditas perkebunan, hortikultura, dan pangan yang berorientasi ekspor harus dikirim lebih cepat. Tujuannya meningkatkan daya saing produk lokal dan mendongkrak pendapatan petani.
"Sisi positifnya bagi perkebunan adalah seluruh komoditas perkebunan, hortikultura, dan pangan yang diekspor kita dorong lebih cepat. Kita dorong cepat sehingga petani untung," kata Mentan.
>>> Komdigi Dorong Penurunan Biaya Akses Internet di Indonesia
Tekanan ekonomi global terlihat dari kurs rupiah yang menyentuh Rp 18.156 per dolar AS pada Senin (8/6/2026) pukul 10.03 WIB.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga berada di posisi 5.434.
Pelemahan rupiah diperkirakan masih berlanjut hingga akhir Juni 2026. Namun, bagi sektor perkebunan, hal ini justru meningkatkan nilai penerimaan dalam mata uang domestik.
>>> Bahlil Pastikan Sistem Bagi Hasil Minerba Tidak Berubah
Komoditas seperti kelapa sawit diproyeksikan meraih keuntungan lebih tinggi. Pemerintah fokus pada perkebunan, hortikultura, dan pangan yang telah memiliki pasar internasional.