⌂ Beranda News Komdigi Dorong Penurunan Biaya Akses Internet di Indonesia

Komdigi Dorong Penurunan Biaya Akses Internet di Indonesia

Komdigi Dorong Penurunan Biaya Akses Internet di Indonesia
Ilustrasi menara telekomunikasi 5G
A A Ukuran Teks16px

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mendorong penurunan biaya akses internet di Indonesia.

Langkah ini diambil karena harga internet dinilai masih di atas standar keterjangkauan yang ditetapkan International Telecommunication Union (ITU).

>>> Amanda Manopo Melahirkan Anak Pertama, Bayi Laki-Laki Bernama Zac

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menyatakan bahwa ITU mematok pengeluaran untuk layanan data di bawah 2 persen dari total GDP per kapita.

Ia menekankan pentingnya keterjangkauan internet untuk memperluas akses digital masyarakat.

"Semakin rendah biaya yang harus dikeluarkan, semakin besar peluang masyarakat memanfaatkan internet untuk belajar, bekerja, berusaha, dan mengakses berbagai layanan publik berbasis digital," kata Nezar Patria.

>>> Cara Menghapus Nomor WhatsApp yang Tidak Tersimpan di Kontak HP

Pemerintah terus mengembangkan infrastruktur telekomunikasi seperti jaringan serat optik, BTS, dan satelit orbit rendah (LEO) untuk mengurangi kesenjangan digital.

Menurut Nezar, internet yang murah akan mendorong penetrasi ke semua sektor masyarakat dan memperkuat ekonomi digital.

Selain itu, kesiapan masyarakat dalam memanfaatkan konektivitas juga menjadi fokus. "Konektivitas yang bermakna memberikan dampak kepada kegiatan sosial, ekonomi, dan budaya.

Itu sebabnya saat ini Kementerian Komdigi mencoba berfokus pada pembangunan talenta," ujarnya.

>>> Mentan Amran Instruksikan Harga TBS Sawit Kembali Normal Mulai 8 Juni

Pemberdayaan talenta digital, pemerataan konektivitas, dan harga internet terjangkau diproyeksikan menjadi fondasi menuju Indonesia Emas 2045.

Berdasarkan data Global Broadband Price League 2026, biaya rata-rata internet di Indonesia menempati peringkat kedua termurah di Asia Tenggara, yaitu US$10,66 per bulan.

Namun, efisiensi biaya terhadap kualitas layanan masih tertinggal.

>>> Pemerintah Pastikan Aturan Sektor Minerba Tidak Berubah, Jaga Investasi Hilirisasi

Singapura menawarkan kecepatan rata-rata 410 Mbps dengan biaya per Mbps US$0,08, sedangkan Indonesia dengan kecepatan 31,2 Mbps harus membayar US$0,34 per Mbps.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru