⌂ Beranda News PPIH Arab Saudi Intensifkan Pendampingan Jemaah Haji Gelombang Kedua

PPIH Arab Saudi Intensifkan Pendampingan Jemaah Haji Gelombang Kedua

PPIH Arab Saudi Intensifkan Pendampingan Jemaah Haji Gelombang Kedua
Petugas haji membantu jemaah di bandara
A A Ukuran Teks16px

Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi meningkatkan intensitas pendampingan bagi jemaah haji gelombang kedua.

Fokus utama pelayanan saat ini terbagi menjadi dua bagian penting, yaitu proses pendorongan jemaah menuju Madinah serta pemulangan jemaah ke Indonesia.

>>> Kimi Antonelli Rebut Pole Position di GP Monako 2026

Kepala Sektor 8 Misfalah Daerah Kerja (Daker) Makkah PPIH Arab Saudi, Nur Muhammad, menyampaikan bahwa pihaknya tengah menunggu jadwal resmi dari Daker Makkah.

Kendati demikian, koordinasi internal mencatat ribuan jemaah di wilayah tersebut akan segera diberangkatkan dalam waktu dekat.

"Dalam waktu dekat kita akan melakukan pengiriman. Dan alhamdulillah semua teman-teman petugas itu melaksanakan sesuai dengan SOP-nya," ujar Nur Muhammad.

Persiapan matang telah dilakukan petugas guna menjamin kelancaran mobilisasi jemaah. Hal ini mencakup pengaturan barang bawaan, penyediaan armada transportasi, akomodasi, hingga pemenuhan konsumsi jemaah selama di perjalanan.

"Jadi, 4 jam sebelum keberangkatan tuh sudah kami persiapkan, dari transportasi, akomodasi, and lain sebagainya itu termasuk makanan tambahan yang nanti dibekal, bawa bekal, umpamanya mereka berangkat jam 12.00, kan mereka mesti dapat jatah makan tuh, itu kita bawakan ke dalam bus untuk mereka persiapan perjalanan," kata Nur Muhammad.

Total jemaah yang tercatat berada di Sektor 8 mencapai 16.708 orang. Sekitar 5.000 jemaah di antaranya sudah lebih dahulu kembali ke Indonesia.

Penguatan soliditas internal tim petugas menjadi kunci utama yang ditekankan dalam mengawal pergerakan jemaah ke Madinah maupun ke Bandara Jeddah.

>>> Dokter Laurencia Ardi Ingatkan Masyarakat Batasi Konsumsi Gula Harian

"Yang pertama kami harus menguatkan tim terlebih dahulu. Karena tim sangat penting, ya.

Karena kalau timnya itu solid, insyaallah semua bisa terlaksana dengan baik.

Tapi kalau timnya itu sudah personal, individu, enggak mau saling membantu, akan terjadi crowded, ya, dalam hal pendorongan jemaah ke Tanah Air maupun ke Madinah nantinya," ucap Nur Muhammad.

Kekompakan performa petugas di lapangan diklaim berjalan baik sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing sektor.

"Alhamdulillah untuk tim di Sektor 8 semua solid, kompak, sesuai dengan tuposinya masing-masing, bekerja saling bahu-membahu," beber Nur Muhammad.

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mencatat sebanyak 4.499 jemaah haji Indonesia dari berbagai debarkasi dijadwalkan kembali ke Tanah Air pada Minggu (7/6/2026).

>>> Harga Pangan Mayoritas Turun, Bawang Merah dan Minyak Goreng Naik

Sementara hingga Sabtu (6/6/2026), sebanyak 75 kelompok terbang (kloter) yang membawa total 29.644 jemaah dan petugas telah diberangkatkan menuju Indonesia.

Sebanyak 72 kloter dengan total 28.536 jemaah dan petugas dilaporkan telah mendarat di berbagai debarkasi Indonesia. Ditambah dengan kepulangan 8.579 jemaah dan petugas haji khusus.

Pihak otoritas mengakui adanya beberapa penyesuaian jadwal penerbangan dan keterlambatan selama fase puncak pemulangan ini.

"Kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh jemaah dan keluarga atas ketidaknyamanan yang terjadi.

Bersama otoritas Arab Saudi, maskapai penerbangan, dan seluruh petugas di lapangan, kami terus melakukan langkah-langkah percepatan dan koordinasi agar proses pemulangan dapat berlangsung seaman, senyaman, dan seefisien mungkin," ujar Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaf.

Kemenhaj juga mengeluarkan penegasan aturan mengenai barang bawaan jemaah yang dilarang keras selama proses penerbangan pulang.

"Jangan memasukkan air zamzam ke dalam koper, baik koper kabin maupun koper bagasi.

>>> Deposito BPR Jadi Pilihan Defensif di Tengah Ketidakpastian Ekonomi 2026

Temuan zamzam saat pemeriksaan keamanan dapat menyebabkan koper harus dibongkar, memperlambat distribusi bagasi, dan berpotensi mengganggu kelancaran proses pemulangan jemaah secara keseluruhan," tutur Maria Assegaf.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru