⌂ Beranda News Badan Gizi Nasional Ubah Strategi, Fokus Manfaatkan Fasilitas yang Ada untuk Makan Bergizi Gratis

Badan Gizi Nasional Ubah Strategi, Fokus Manfaatkan Fasilitas yang Ada untuk Makan Bergizi Gratis

Badan Gizi Nasional Ubah Strategi, Fokus Manfaatkan Fasilitas yang Ada untuk Makan Bergizi Gratis
Gedung Kejaksaan Agung Republik Indonesia
A A Ukuran Teks16px

Badan Gizi Nasional (BGN) menyiapkan perubahan strategi dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Alih-alih terus membangun dapur baru, BGN akan lebih memanfaatkan fasilitas yang sudah tersedia.

Fasilitas tersebut mencakup kantin sekolah dan dapur umum, khususnya di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Langkah ini diambil untuk meningkatkan efisiensi program.

>>> Strategi Fiskal Adaptif Jaga Ketahanan APBN dan Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Penataan Dapur MBG

Saat ini terdapat lebih dari 27.000 dapur MBG yang telah terdaftar. Dapur-dapur tersebut berada dalam berbagai tahap operasional maupun persiapan.

Kepala BGN Nanik S. Deyang mengatakan pihaknya akan melakukan penataan terlebih dahulu sebelum membuka pendaftaran dapur baru.

"Kami akan beresin dulu ini," ujarnya di Gedung BGN.

Pembangunan dapur tidak akan dipaksakan di seluruh wilayah. Dalam satu kecamatan, jumlah dapur akan disesuaikan dengan kebutuhan penerima manfaat.

>>> TNI AU Kerahkan Pesawat Angkut untuk Kirim Tujuh Tower Darurat ke Sumut

Jika kapasitas yang tersedia sudah mencukupi, BGN tidak akan menambah dapur baru. Hal ini untuk menghindari pemborosan anggaran.

Fokus ke Wilayah 3T

Sebagian besar dapur MBG saat ini masih terkonsentrasi di kawasan aglomerasi atau perkotaan. Wilayah 3T belum terjangkau secara optimal.

Presiden Prabowo Subianto meminta agar perluasan program lebih difokuskan ke daerah-daerah tersebut. "Jujur, sekarang yang menumpuk ini di aglomerasi, yang 3T belum kesentuh.

Jadi, Pak Presiden pesannya kami harus ke 3T dulu," kata Nanik.

Untuk mendukung efisiensi program tanpa membebani APBN, BGN membuka peluang pendanaan dari berbagai sumber.

>>> 6 Barang Sederhana di Rumah yang Menunjukkan Karakter Orang Tua Baik

Mulai dari program CSR BUMN, hibah luar negeri, hingga dukungan yayasan dan perusahaan yang beroperasi di daerah terpencil.

Pendekatan tersebut memungkinkan pemerintah memperluas cakupan layanan MBG tanpa harus selalu membangun dapur baru.

Banyak wilayah 3T memiliki jumlah penerima manfaat yang relatif sedikit sehingga pembangunan dapur baru dinilai tidak efisien.

"Jadi yang sudah ada existing, entah dapurnya siapa, mungkin ada dapur umum atau apa, intinya tidak harus membangun dapur baru," kata Nanik.

>>> BRI Berdayakan 16,46 Juta UMKM Lewat Platform Digital LinkUMKM

Kantin sekolah dan fasilitas dapur yang telah tersedia akan menjadi opsi utama untuk mendukung pelaksanaan MBG di daerah terpencil.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru