⌂ Beranda News BRI Berdayakan 16,46 Juta UMKM Lewat Platform Digital LinkUMKM

BRI Berdayakan 16,46 Juta UMKM Lewat Platform Digital LinkUMKM

BRI Berdayakan 16,46 Juta UMKM Lewat Platform Digital LinkUMKM
Ilustrasi platform digital LinkUMKM BRI untuk UMKM
A A Ukuran Teks16px

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus memperluas dukungan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui platform digital LinkUMKM.

Hingga April 2026, tercatat sebanyak 16,46 juta pelaku usaha telah memanfaatkan platform tersebut.

>>> Gravity Game Link Luncurkan Seasonal Server EDDGA Ragnarok Online Classic

Kehadiran LinkUMKM menjadi solusi digital bagi para pelaku usaha untuk meningkatkan kemampuan bisnis, memperluas akses pasar, serta mendapatkan pendampingan.

Tingginya minat ini mencerminkan kebutuhan besar pelaku UMKM terhadap pelatihan di tengah ketatnya persaingan usaha.

BRI membangun ekosistem ini bukan sekadar sebagai sarana pembelajaran, melainkan wadah terintegrasi yang menghubungkan pelaku usaha dengan berbagai fasilitas.

Saat ini, terdapat enam fitur utama yang disediakan untuk mendukung perkembangan bisnis para anggotanya.

Fitur-fitur tersebut meliputi UMKM Smart, Rumah BUMN, UMKM Media, Komunitas, Etalase Digital, hingga layanan ekosistem untuk Register Nomor Induk Berusaha (NIB).

Melalui layanan ini, pelaku usaha bisa mengakses pelatihan terarah serta dukungan administrasi profesional.

Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menjelaskan bahwa LinkUMKM dirancang khusus untuk mengatasi keterbatasan informasi yang sering dihadapi pelaku usaha mikro.

"Melalui LinkUMKM, setiap pelaku usaha berkesempatan mengikuti pelatihan yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan bisnisnya," ujarnya.

>>> Terlalu Sering Hair Removal Bisa Rusak Lapisan Kulit

LinkUMKM juga dirancang sebagai jawaban atas tantangan utama pengusaha UMKM, yakni keterbatasan akses terhadap informasi, pelatihan, dan dukungan pengembangan yang sesuai dengan tahapan usaha mereka.

Langkah strategis ini menjadi bagian dari kontribusi BRI dalam memperkuat ekonomi kerakyatan nasional.

Salah satu keunggulan platform ini adalah fitur UMKM Smart yang memberikan rekomendasi pengembangan berdasarkan penilaian mandiri pelaku usaha.

Melalui fitur ini, pengguna bisa mengetahui aspek operasional yang perlu diperbaiki.

Selain itu, sistem skoring digital melalui Self-Assessment Naik Kelas membantu mengukur tingkat perkembangan usaha secara berkala.

Hasil penilaian tersebut kemudian menjadi acuan untuk merekomendasikan jenis pelatihan yang paling cocok.

BRI membagi kategori materi pelatihan ke dalam tiga tingkatan, yaitu tradisional, berkembang, dan modern. Sistem ini memastikan materi yang diterima pelaku usaha sesuai dengan tantangan riil lapangan.

Untuk mendukung efektivitas belajar, platform ini menyediakan lebih dari 690 modul pelatihan komprehensif. Materi yang tersedia mencakup perbaikan tata kelola, manajemen keuangan, hingga strategi pemasaran digital.

Akhmad Purwakajaya menekankan bahwa program ini bertujuan membantu pelaku usaha mengenali potensi terdalam dari bisnis mereka secara mandiri.

>>> Sega Luncurkan GT Icons Pack untuk Project Motor Racing pada Juni 2026

"Kami ingin proses pemberdayaan UMKM tidak berhenti pada pelatihan, tapi benar-benar membantu pelaku usaha memahami posisi dan potensi bisnisnya," ujar Akhmad.

Dengan pendekatan digital ini, setiap pengusaha bisa belajar dan berkembang sesuai kapasitasnya. Integrasi sistem ini diharapkan mampu memperluas jangkauan pembinaan UMKM hingga ke wilayah pelosok Indonesia secara efisien.

Dampak Nyata Digitalisasi bagi Pelaku Usaha Daerah

Manfaat dari ekosistem digital ini telah dirasakan langsung oleh pelaku usaha di berbagai daerah. Salah satunya adalah Shinta Paramarti, pemilik KainIndonesia.

co asal Jakarta Timur yang fokus pada produk berbasis kain tradisional.

Usaha kerajinan tersebut mengombinasikan penjualan melalui toko fisik, lokapasar, hingga social commerce. Produk kain tradisional ini bahkan telah berhasil menembus pasar ekspor internasional.

Shinta mengaku mendapatkan dampak positif yang signifikan, terutama dalam memperluas jaringan bisnis dan meningkatkan kompetensi pengelolaan usaha melalui fitur berkonsultasi.

"Di dalam LinkUMKM terdapat berbagai fitur yang membantu UMKM untuk terus berkembang, seperti modul, konsultasi dengan pakar UMKM, serta berbagai event yang diselenggarakan setiap minggunya," katanya.

Pelaku usaha tentunya sangat terbantu dalam pengelolaan bisnis untuk berkembang.

>>> Afghanistan vs Pakistan di Turnamen Diamond Jubilee 2026

Dengan ekosistem yang terus dikembangkan, platform ini menjadi salah satu instrumen penting bagi BRI dalam mendorong daya saing produk lokal di kancah global.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru