⌂ Beranda News Strategi Fiskal Adaptif Jaga Ketahanan APBN dan Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Strategi Fiskal Adaptif Jaga Ketahanan APBN dan Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Strategi Fiskal Adaptif Jaga Ketahanan APBN dan Dorong Pertumbuhan Ekonomi
Ilustrasi APBN Indonesia
A A Ukuran Teks16px

Pemerintah menerapkan strategi fiskal adaptif dan terukur untuk mempertahankan kekuatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Langkah ini sekaligus menjadi penopang pertumbuhan ekonomi nasional di tengah tekanan global yang masih berlanjut.

>>> Gravity Game Link Luncurkan Seasonal Server EDDGA Ragnarok Online Classic

Dinamika global seperti ketegangan geopolitik, perang tarif, dan perlambatan ekonomi dunia tidak menghalangi pemerintah dalam menjaga stabilitas.

Wakil Menteri Keuangan, Juda Agung, menjelaskan bahwa ada tiga strategi utama yang diterapkan.

Tiga Strategi Utama

Pertama, pemerintah mengarahkan belanja negara pada sektor produktif untuk memacu pertumbuhan dan menciptakan lapangan kerja.

"Kita akan fokus pada pengeluaran yang mendorong demand, supply, produksi, dan lapangan pekerjaan," ujar Juda Agung.

>>> Terlalu Sering Hair Removal Bisa Rusak Lapisan Kulit

Kedua, optimalisasi penerimaan negara melalui penguatan administrasi dan reformasi sistem perpajakan. Kebijakan ini bertujuan menjaga ruang fiskal untuk mendukung program prioritas nasional.

Ketiga, diversifikasi sumber pembiayaan untuk meminimalkan risiko gejolak pasar keuangan global. Efektivitas kombinasi kebijakan ini terlihat dari indikator makro yang tetap solid.

"Empat indikator, yaitu pertumbuhan, inflasi, defisit fiskal, dan yield SBN, menunjukkan fiskal kita masih kuat. Strategi yang kita ambil bekerja dengan baik," kata Juda Agung.

Fiskal Indonesia dinilai sehat dan mampu menjalankan peran sebagai penyerap benturan (shock absorber). Program pembangunan dan perlindungan sosial tetap berjalan untuk menjaga daya beli masyarakat.

>>> Sega Luncurkan GT Icons Pack untuk Project Motor Racing pada Juni 2026

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyampaikan bahwa manajemen kas negara saat ini aman untuk mendukung likuiditas perekonomian. "Cash management kita sudah baik.

Yang Rp300 triliun kita masukkan ke perbankan supaya ada tambahan likuiditas, agar ekonomi bisa berjalan.

Jadi tidak usah takut dengan APBN, pemerintah masih cukup dan uang kita masih banyak," ucapnya.

Pemerintah juga menjamin keberlanjutan kebijakan yang berdampak langsung pada masyarakat, seperti subsidi energi untuk mengantisipasi fluktuasi harga komoditas dunia.

>>> Afghanistan vs Pakistan di Turnamen Diamond Jubilee 2026

"Subsidi terhadap BBM akan terus diadakan sampai akhir tahun dan harga BBM bersubsidi tidak akan naik. Anggaran kita cukup," tutur Purbaya Yudhi Sadewa.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru