"Masalah makan ini adalah masalah sakral. Makan bagi orang susah tidak boleh menjadi sarana memperkaya oknum-oknum.
Makan paling gampang dikorupsi, makan paling gampang di korupsi ya," ucap Prabowo dalam pidatonya di SICC, Bogor, Jawa Barat, Rabu, 3 Juni 2026.
>>> Lili Yan Ing Tolak Penahanan Restitusi Pajak Rp 361 Triliun
Beberapa kasus korupsi pangan sebelum era kepemimpinan Prabowo meliputi korupsi makanan eks kusta di Sicanang tahun 2018-2019, korupsi bansos presiden tahun 2020 senilai Rp236 miliar, dan dugaan proyek makanan rumah sakit di Pekalongan.
Prabowo Siap Penuhi Kebutuhan Lembaga Hukum
Guna menindak tegas praktik tersebut, Presiden Prabowo Subianto menantang para pimpinan lembaga penegak hukum untuk mengajukan penambahan personel serta anggaran operasional yang dibutuhkan.
"Kepala BPKP, apa yang kau butuh kalau kau perlu tambahan personel, berapa saja kau butuh, saya penuhi.
Ketua KPK, berapa saja yang kau perlu lapor, saya penuhi," ujar Prabowo.
Prabowo menegaskan bahwa dirinya siap menyetujui anggaran hingga triliunan rupiah asalkan dana tersebut digunakan sepenuhnya untuk memperkuat penegakan hukum di Indonesia.
"Jaksa Agung, berapa saja yang kau perlu, saya penuhi. Kalau perlu yang sekian T kau mau setor ke saya, kau pakai untuk memperkuat, Jaksa Agung ya.
BPKP, KPK semua penegak hukum harus kita perkuat," lanjut Prabowo seperti diberitakan Kompas TV.
Presiden menutup arahannya dengan menegaskan kembali komitmennya untuk melindungi hak-hak finansial masyarakat dari tindakan koruptif.
"Karena saya tidak mau NKRI dilecehkan. Saya tidak mau bahwa pemerintah Republik Indonesia tidak dihormati.
>>> Cek Bansos BPNT Bisa Dilakukan Langsung Melalui Kantor Lurah
Saya tidak mau uang rakyat dicuri, saya tidak mau uang rakyat dicuri," kata Prabowo.