⌂ Beranda News PT Kalimantan Aluminium Industry Targetkan Produksi Penuh Akhir 2026

PT Kalimantan Aluminium Industry Targetkan Produksi Penuh Akhir 2026

PT Kalimantan Aluminium Industry Targetkan Produksi Penuh Akhir 2026
Pabrik aluminium PT Kalimantan Aluminium Industry di Kalimantan Utara
A A Ukuran Teks16px

PT Kalimantan Aluminium Industry (KAI) menargetkan peningkatan volume produksi aluminium secara penuh dapat terealisasi pada akhir tahun 2026.

Langkah strategis ini dilakukan saat operasional pabrik memasuki fase uji coba menyeluruh.

>>> D'Masiv Rilis Lagu On Our Own, Tandai Era Baru sebagai Band Independen

Manajemen menjelaskan bahwa operasional berjalan paralel dengan pemetaan potensi pasar serta pencarian pembeli potensial. Perusahaan belum memulai pengiriman logistik secara komersial meski fase produksi awal sudah berjalan.

Fase Commissioning Hingga Akhir Tahun

Direktur Kalimantan Aluminium Industry, Winston K. K.

Ng, memaparkan bahwa status proyek saat ini masih dalam tahapan commissioning. Proses ini diproyeksikan berlangsung hingga pengujung tahun.

“Kita sudah mulai produksi, tapi ramp-up-nya di akhir tahun 2026 ini. Sampai kuartal empat 2026, sekarang statusnya masih fase commissioning sampai akhir tahun,” ujar Winston.

>>> 155 Pilihan Nama Bayi Perempuan Lembut dan Berkelas Beserta Artinya

Perusahaan merancang strategi bisnis dengan membagi porsi penjualan untuk pasar ekspor sekaligus pemenuhan kebutuhan dalam negeri.

Upaya tersebut mendukung program hilirisasi pemerintah dan menekan angka impor aluminium nasional yang tinggi.

“Kita mau keduanya, untuk luar dan domestik juga,” tambah Winston.

Kendati memprioritaskan pasar domestik, manajemen mengakui adanya tantangan struktural akibat keterbatasan kapasitas serap dari industri hilir aluminium di dalam negeri.

>>> Medcom.id Gelar Try Out Beasiswa OSC S1 2026 pada 6 Juni

“Di beberapa tempat downstream-nya masih terbatas di Indonesia.

Jadi kita jual ingot [aluminium batangan], sementara masih ada proses lanjutan untuk menjadi billet, rod [batang kawat], dan lain-lain, itu kapasitasnya belum cukup di Indonesia,” jelas Winston.

Sebagai langkah taktis, perusahaan berencana menjalin kolaborasi dengan pelaku industri hilir domestik yang sudah ada. “Di Indonesia ada [pabrik] rod, itu akan kita coba kerja sama,” tambah Winston.

Guna mendukung pengembangan proyek smelter aluminium di Kalimantan Industrial Park Indonesia (KIPI), Kalimantan Utara, ADMR mengucurkan modal secara bertahap hingga Rp4,91 triliun ke KAI.

>>> Bank Mandiri Taspen Pecat Pegawai Terkait Penipuan Investasi di Purwokerto

Kapasitas produksi tahap pertama dibidik sebesar 500.000 ton ingot aluminium per tahun, yang nantinya dikembangkan hingga mencapai 1,5 juta ton per tahun.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru