Kalangan petani optimistis target produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen sebesar 18 juta ton pada tahun ini dapat tercapai.
Keyakinan tersebut didorong oleh ekosistem hulu komoditas jagung di dalam negeri yang dinilai sangat mendukung perkembangan usaha tani.
>>> PLN Tangani Pemadaman Bergilir akibat Kendala Operasional Listrik Jawa
Faktor pendukung di sektor hulu meliputi penetapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang memadai untuk memicu semangat menanam petani.
Selain itu, penggunaan bibit unggul berproduktivitas tinggi juga menjadi pendorong utama.
Potensi produksi jagung pipilan kering di Indonesia pada periode Januari hingga Juli 2026 diperkirakan mencapai 9,75 juta ton.
>>> Snowflake Luncurkan Agen Coding AI CoCo di Summit 2026
Angka ini berdasarkan amatan Kerangka Sampel Area Badan Pusat Statistik pada April 2026, sebagaimana dilansir dari Investor Daily.
Ketua Umum Kontak Tani Nelayan Andalan Nasional (KTNA), HM Yadi Sofyan Noor, mengungkapkan kondisi pemenuhan kebutuhan komoditas ini di dalam negeri.
>>> Demo Mahasiswa di Bundaran HI Diprediksi Picu Macet Parah, Ini Rute Alternatifnya
Menurutnya, Indonesia saat ini masih melakukan impor jagung khusus untuk memenuhi keperluan sektor industri pangan.
Dengan demikian, status swasembada sepenuhnya belum tercapai.
Pencapaian target produksi sebesar 18 juta ton yang dipatok pada tahun 2026 diharapkan dapat membawa Indonesia menuju swasembada jagung secara menyeluruh.
>>> Shiritsu Ebisu Chugaku Pukau Penggemar di Jakarta, Mi Goreng Jadi Favorit
Pihak petani meyakini bahwa pemenuhan volume produksi tersebut dapat direalisasikan sepenuhnya pada tahun ini. Dukungan ekosistem hulu yang kondusif menjadi modal utama optimisme tersebut.