Kilang minyak di China memangkas volume produksi secara drastis pada Mei 2026 hingga menyentuh level terendah dalam hampir empat tahun terakhir.
Penurunan ini dipicu oleh anjloknya pasokan impor bahan mentah dari kawasan Teluk Persia ke level terendah dalam delapan tahun.
>>> Badan Gizi Nasional Evaluasi Penerima Makan Bergizi Gratis, Fokus pada Siswa SMA Elit
Data volume penyulingan minyak mencatat penyusutan sebesar 9,1 persen secara year on year (yoy) menjadi 53,72 juta ton.
Angka tersebut merupakan yang terendah sejak Agustus 2022, sebagaimana dilansir dari Bloombergtechnoz pada Selasa (16/6/2026).
Tingkat produksi rata-rata di kilang milik negara juga merosot hingga 66,3 persen pada akhir bulan tersebut. Sementara itu, sektor energi lain menunjukkan kinerja yang berbeda.
>>> Samsung Indonesia Resmi Luncurkan TV Mini LED dengan Teknologi AI Premium
Produksi Aluminium dan Listrik Meningkat
Biro statistik China melaporkan produksi aluminium justru mencatat rekor tertinggi pada Mei 2026 dengan kenaikan 1,7 persen menjadi 3,89 juta ton.
Langkah memaksimalkan produksi ini diambil untuk memanfaatkan kekosongan pasokan dari Timur Tengah akibat dampak perang di Iran.
Di sisi lain, produksi listrik China mengalami kenaikan sebesar 4,2 persen pada Mei 2026.
Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan beban puncak musim panas di wilayah selatan yang datang lebih awal akibat cuaca panas El Niño.
>>> Hacker Manfaatkan TikTok dan Instagram Reels untuk Sebarkan Malware
Produksi Batu Bara dan Baja Menurun
Sektor energi China lainnya juga menghadapi kendala operasional serius setelah bencana batu bara terburuk memaksa pengetatan inspeksi keselamatan.
Akibatnya, produksi batu bara nasional menurun sebesar 1,7 persen menjadi 397,22 juta ton dengan gangguan terlama diprediksi terjadi di provinsi Shanxi.
Sementara itu, produksi baja menyusut 2,7 persen menjadi 84,36 juta ton karena lesunya aktivitas ekonomi dan krisis properti yang memangkas margin keuntungan pabrik.
>>> Kementerian PU Evaluasi Jalan Tol Bocimi Kilometer 72
Penurunan volume penyulingan minyak China menjadi indikasi dampak serius dari merosotnya impor mentah.