Yayasan Puteri Indonesia bersama jajaran Puteri Indonesia 2026 menyatakan kesiapan untuk mengampanyekan perlindungan anak di internet.
Langkah ini sejalan dengan Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Ruang Digital Anak (PP TUNAS).
>>> Kemensos Buka 8.180 Formasi PPPK Sekolah Rakyat 2026
Komitmen tersebut disampaikan dalam pertemuan dengan Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid di Jakarta, Jumat (5/6/2026).
Dalam dialog itu, Meutya menekankan pentingnya langkah preventif mengingat ancaman di dunia maya semakin beragam.
Risiko tidak hanya terbatas pada konten tidak sesuai usia, tetapi juga bahaya kontak dengan orang asing hingga kecanduan gawai.
"Perlindungan anak harus melihat profil risiko, mulai dari risiko kontak, konten, hingga kecanduan. PP TUNAS hadir mengatur langkah perlindungan proporsional sesuai tingkat risiko platform," jelas Meutya.
>>> Polrestabes Medan Tangkap Dua Pelaku Penganiayaan Ibu Hamil di Deli Serdang
Meutya mengapresiasi platform gim seperti Roblox yang telah menonaktifkan fitur kontak bagi pengguna di bawah 16 tahun di Indonesia.
Urgensi kebijakan ini didasari data penetrasi internet Indonesia yang mencapai 229 juta jiwa dengan durasi penggunaan rata-rata lebih dari 7 jam per hari.
Lonjakan aktivitas digital ini berbanding lurus dengan meningkatnya isu kesehatan mental anak, termasuk perundungan dan gangguan kejiwaan di kalangan remaja.
Dukungan dari para Puteri Indonesia disambut positif oleh pemerintah.
Puteri Indonesia 2026 Agnes Aditya Rahajeng menilai PP TUNAS sebagai solusi krusial terhadap ancaman seperti pornografi, pelecehan seksual, dan perundungan di media sosial.
>>> 5 Rekomendasi Sunscreen Matte Terbaik untuk Kulit Berminyak
"Media sosial adalah sarana mencari informasi yang powerful, namun di sinilah pentingnya pengawasan dan perlindungan bagi anak di bawah umur," ujar Agnes.
Aksi nyata segera digulirkan. Puteri Pendidikan 2026, Gisella Agnes Silalahi, berencana melakukan edukasi langsung ke sekolah-sekolah.
Ia juga akan membawa isu ini ke forum internasional saat mewakili Indonesia di ajang Miss Charm di Vietnam.
Langkah ini didukung penuh oleh jajaran Puteri Indonesia 2026 lainnya, yakni Victoria Titisari Koesasi Putri, Karina Moudy Widodo, Glorya Stevany Yame Nayoan, serta Athalla Hartiana Putri Hardian.
>>> Pemerintah Godok Rencana Penerapan Skema Gross Split Sektor Pertambangan Minerba
Keterlibatan mereka diharapkan menginspirasi generasi muda untuk lebih bijak dalam memanfaatkan ruang digital.