Kementerian Keuangan melaporkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga Mei 2026 mencapai Rp180,4 triliun. Angka itu setara 0,7 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Laporan tersebut disampaikan pada Jumat, 5 Juni 2026.
>>> PT Danantara Sumberdaya Indonesia Jembatani Ekspor Komoditas Strategis
Defisit ini melonjak signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya Rp20,9 triliun atau 0,09 persen PDB.
Penyebab Pelebaran Defisit
Pelebaran defisit terjadi karena total pendapatan negara lebih rendah dibandingkan realisasi belanja negara.
>>> BPI Danantara Pastikan Harga Ekspor Komoditas SDA Tetap Wajar
Hingga Mei 2026, pendapatan negara tercatat Rp1.185 triliun, tumbuh 19,1 persen dari periode sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, realisasi belanja negara mencapai Rp1.365,4 triliun. Angka ini melonjak 34,4 persen dibandingkan belanja pada Mei 2025.
>>> Tenxi dan Jemsii Rilis Anthem Jawir untuk Sambut Piala Dunia 2026
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan, defisit berjalan masih jauh di bawah target total defisit tahun 2026 sebesar Rp689,1 triliun atau 2,68 persen PDB.
Meski defisit melebar, keseimbangan primer APBN masih surplus Rp58,6 triliun. Namun, surplus ini lebih rendah dari periode sama tahun lalu yang mencapai Rp192,2 triliun.
>>> Minat Mobil Diesel Bertahan di Tengah Lonjakan Harga Solar Non Subsidi
Realisasi pembiayaan anggaran negara tercatat Rp379,4 triliun, tumbuh 16,2 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang Rp326,5 triliun.
