⌂ Beranda News Minat Mobil Diesel Bertahan di Tengah Lonjakan Harga Solar Non Subsidi

Minat Mobil Diesel Bertahan di Tengah Lonjakan Harga Solar Non Subsidi

Minat Mobil Diesel Bertahan di Tengah Lonjakan Harga Solar Non Subsidi
Ilustrasi mobil menyalakan lampu hazard saat hujan deras
A A Ukuran Teks16px

Lonjakan harga solar non subsidi seperti Dexlite dan Pertadex membuat biaya pengisian tangki penuh mobil diesel semakin tinggi.

Kondisi ini diperkirakan memengaruhi keputusan konsumen, terutama dengan harga di SPBU swasta yang melampaui tarif Pertamina.

>>> Cerdas Cermat: Melatih Daya Ingat dan Konsentrasi Anak

Meski demikian, kendaraan bermesin diesel dinilai tetap memiliki basis peminat yang loyal di pasar otomotif Indonesia.

Seperti dikutip dari Medcom, satu dari lima pemilik mobil dipastikan memilih kendaraan bermesin diesel karena sensasi berkendara yang khas.

Penjualan Menurun, Konsumen Menunda

Chief Executive Auto2000, Anton Jimmy Suwandy, menjelaskan bahwa angka penjualan mobil diesel di dealernya memang mengalami sedikit penurunan akibat isu harga bahan bakar non subsidi.

Sebagian besar calon pembeli memilih untuk menunda transaksi atau beralih ke kendaraan hybrid.

Konsumen yang saat ini berminat membeli Innova atau Fortuner diesel cenderung memilih untuk menunggu.

Pihak dealer bahkan telah menawarkan unit bermesin bensin maupun versi PHEV, namun konsumen tetap memilih menanti perkembangan situasi.

"Fakta penjualan mobil diesel di Auto2000 sendiri memang sedikit agak menurun karena isu harga bahan bakar non subsidi ini.

>>> Kondisi Kesehatan Tio Pakusadewo Menurun Akibat Komplikasi Jantung

Namun kebanyakan calon pembelinya melakukan penundaan atau beralih ke mobil hybrid," ujar Anton Jimmy di PIK pada Kamis (4/6/2026).

Pihak Auto2000 meluncurkan inisiatif khusus berupa program bebas cicilan selama tiga bulan pertama untuk pemasaran mobil diesel.

Strategi ini diterapkan dengan harapan harga solar akan turun dalam tiga bulan ke depan, sehingga dana cicilan dapat dialihkan untuk pembelian bahan bakar.

"Makanya Kami juga punya inisiatif tersendiri untuk pemasaran mobil dengan tipe mesin diesel.

Misalnya untuk 3 bulan pertama Kami bebaskan dari cicilan, dengan alasan semoga dalam waktu 3 bulan ke depan, harga solar mulai turun.

Jadi mereka bisa mengalihkan cicilan mobil itu ke pembelian bahan bakar," tambahnya.

>>> Telkom Bangun Gedung Pusat Data Kedua di Batam

Di sisi lain, produsen otomotif asal Tiongkok, GWM, tetap konsisten menghadirkan kendaraan bermesin diesel di pasar domestik.

Model GWM Tank 500 Diesel 4x4 Warrior Edition dijadwalkan meluncur secara resmi dalam ajang GIIAS 2026.

Product Planning Manager Inchcape GWM Indonesia, Francisca Setyanti, menyatakan bahwa pangsa pasar untuk mobil diesel sudah terbentuk kuat di Indonesia.

Pihaknya tidak merasa khawatir dengan pergerakan harga solar non subsidi yang kian melambung tinggi.

"Kami optimis untuk market mobil ini.

Apalagi memang segmentasinya medium to high, jadi tidak ada masalah untuk harga BBM solar non subsidi yang lebih mahal," ujarnya.

Segmen pengguna kendaraan diesel saat ini didominasi oleh kelompok konsumen kelas atas.

>>> IHSG Sesi I Anjlok 147 Poin Akibat Tekanan Geopolitik Timur Tengah

Karakteristik mesin diesel yang khas membuat kendaraan tipe ini memiliki segmentasi pasar tersendiri yang tidak terlalu sensitif terhadap perubahan harga bahan bakar.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru