⌂ Beranda News Konflik AS-Iran Mereda, Pemerintah Berpeluang Perluas Ruang Fiskal

Konflik AS-Iran Mereda, Pemerintah Berpeluang Perluas Ruang Fiskal

Konflik AS-Iran Mereda, Pemerintah Berpeluang Perluas Ruang Fiskal
Ilustrasi anggaran pemerintah Indonesia
A A Ukuran Teks16px

Meredanya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran diperkirakan mampu mengurangi tekanan belanja subsidi energi pemerintah Indonesia secara signifikan.

Penurunan risiko konflik di Timur Tengah tersebut membuka peluang pemanfaatan ruang fiskal APBN yang lebih longgar untuk membiayai berbagai program prioritas nasional.

>>> Parade Karnaval Jakarta Fair 2026 Pikat Ribuan Pengunjung

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa situasi global yang membaik ini menekan risiko lonjakan harga energi dunia.

Pemerintah sendiri tercatat telah mengantisipasi fluktuasi harga komoditas sejak awal tahun dengan mencadangkan sebagian dana belanja negara.

"Kan kemarin sebagian anggaran sudah kita sisihkan untuk subsidi," kata Purbaya Yudhi Sadewa.

>>> Insta360 Luncurkan Kamera Gimbal Luna Ultra dengan Dua Lensa Leica di Indonesia

Pengurangan tekanan anggaran subsidi ini dinilai tidak hanya menyehatkan postur fiskal, tetapi juga memberikan fleksibilitas lebih besar bagi pengelolaan keuangan negara oleh pemerintah pusat.

"Sehingga akan jauh berkurang (beban subsidi) dan ada ruang untuk memberi pembiayaan program-program lain yang dianggap penting oleh presiden.

Jadi kita lihat seperti apa perkembangannya, kemudian baru kita sesuaikan," ujar Purbaya.

Perkembangan pasar komoditas pada Selasa (16/6/2026) pukul 15.17 WIB menunjukkan harga minyak mentah Brent merosot 1,71 persen menjadi US$ 81,75 per barel.

>>> Pertamina Operasikan Kapal Pintar Pembersih Sampah Berteknologi AI di Bali

Sementara minyak WTI melemah 1,86 persen ke posisi US$ 79,25 per barel seiring tercapainya kesepakatan damai.

Kementerian Keuangan melaporkan realisasi belanja subsidi dan kompensasi hingga 31 Mei 2026 telah mencapai Rp 203,7 triliun atau berkisar 45,6 persen dari total pagu anggaran.

Anggaran tersebut terbagi atas belanja subsidi senilai Rp 94,8 triliun dan belanja kompensasi sebesar Rp 108,9 triliun.

>>> Syarat dan Cara Aktivasi TikTok PayLater di Tahun 2026

"Belanja subsidi dan kompensasi dipastikan tetap bisa menjaga daya beli masyarakat," kata Purbaya.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru