>>> Danantara Indonesia Perkuat Tata Kelola Ekspor Komoditas SDA Strategis
Perwakilan Kementerian Perindustrian, Merrijantij Punguan Pintaria, mengatakan industri pengolahan masih menjadi penopang utama perekonomian nasional.
Pemerintah akan terus mendorong penguatan struktur industri, percepatan hilirisasi, serta peningkatan daya saing sektor makanan dan minuman. "Kami memahami tantangan yang dihadapi industri akibat tekanan ekonomi global.
Pemerintah berkomitmen memperkuat sinergi dengan pelaku usaha untuk menjaga keberlanjutan industri sekaligus mendukung penciptaan lapangan kerja," ujarnya.
ASRIM menyambut positif berbagai langkah yang dilakukan pemerintah.
Namun, asosiasi berharap kebijakan yang diterapkan ke depan tetap mempertimbangkan kondisi industri agar tidak menambah beban baru bagi pelaku usaha.
Menurut Triyono, keberlangsungan investasi dan kemampuan industri dalam menyerap tenaga kerja sangat bergantung pada kepastian regulasi dan kebijakan yang adaptif terhadap dinamika ekonomi.
Ia menegaskan bahwa peluang pertumbuhan industri minuman kemasan masih terbuka lebar.
Untuk menjaga daya tahan industri dalam jangka panjang, diperlukan dukungan yang konsisten melalui penguatan rantai pasok domestik, kepastian regulasi, serta keseimbangan antara kepentingan dunia usaha dan daya beli masyarakat.
"Kami mendorong dialog yang konstruktif antara pemerintah dan pelaku industri untuk mengevaluasi berbagai kebijakan, termasuk terkait cukai dan bea masuk.
>>> Kementerian ESDM Teken Kontrak Program Listrik Desa Rp4 Triliun
Tujuannya adalah menjaga stabilitas industri, keberlanjutan investasi, serta perlindungan terhadap tenaga kerja nasional," tutupnya.