Pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak bersubsidi tidak mengalami kenaikan. Langkah ini diambil untuk menjaga daya beli masyarakat.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menyampaikan keputusan tersebut setelah bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta.
>>> Kementerian ESDM Antisipasi Lonjakan Konsumsi Pertalite Pascakenaikan Pertamax
Harga Pertalite tetap Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter di seluruh Indonesia.
“Kami menyampaikan harga BBM bersubsidi maupun LPG itu tidak ada perubahan sama sekali,” ujar Bahlil, Kamis (11/6).
Kebijakan ini melindungi kelompok berpenghasilan rendah dari ketidakpastian ekonomi global dan kenaikan harga energi dunia.
>>> Meksiko Taklukkan Afrika Selatan dalam Laga Bertabur Tiga Kartu Merah
“Makanya, BBM subsidi sama sekali tidak kita naikkan untuk menjaga daya beli masyarakat,” lanjut Bahlil.
Penyesuaian Harga Hanya untuk BBM Nonsubsidi
Penyesuaian harga berbasis pasar hanya berlaku untuk komoditas nonsubsidi. PT Pertamina dan pelaku usaha hilir migas lainnya telah mengalkulasi kebijakan tersebut secara matang.
>>> Jadwal Playoff MPL ID S17: Geek Fam vs Onic Perebutkan Tiket Grand Final
Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri mengonfirmasi bahwa harga Pertalite dan Biosolar tetap stabil.
“Penyesuaian harga BBM nonsubsidi ini, selain dilakukan di titik-titik SPBU Pertamina, juga dilakukan oleh SPBU badan usaha swasta lainnya,” jelas Simon.
Manajemen Pertamina menyatakan penyesuaian sektor nonsubsidi dipengaruhi dinamika geopolitik global dan pergerakan harga minyak internasional, dengan tetap memperhatikan kemampuan finansial domestik.
>>> IHSG Melonjak 108,3 Poin ke Level 5.994 pada Awal Perdagangan 12 Juni 2026
“Kami berterima kasih atas dukungan masyarakat selama ini dan mari kita bersama-sama bijak menggunakan energi,” imbuh Simon.