⌂ Beranda News Kementerian ESDM Teken Kontrak Program Listrik Desa Rp4 Triliun

Kementerian ESDM Teken Kontrak Program Listrik Desa Rp4 Triliun

Kementerian ESDM Teken Kontrak Program Listrik Desa Rp4 Triliun
Ilustrasi program listrik desa di Indonesia
A A Ukuran Teks16px

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menandatangani kontrak tahap I program listrik desa (Lisdes) di 1.520 lokasi.

Anggaran yang digelontorkan mencapai Rp4 triliun dari total pagu Rp10,3 triliun untuk tahun anggaran 2026.

>>> Pria Berbobot 241 Kg Berhasil Pangkas 114 Kg Setelah Vonis Pradiabetes

Program ini menyasar 17.853 pelanggan penerima manfaat sepanjang tahun ini. Pelaksanaannya melibatkan Ditjen Ketenagalistrikan bersama PT PLN (Persero).

Rencana dan Target Program

Penyusunan dokumen perencanaan untuk 2.330 lokasi sisanya ditargetkan selesai pada akhir Juni 2026.

Komposisi pendanaan total terdiri dari rupiah murni Rp994 miliar dan anggaran belanja tambahan (ABT) Rp9,3 triliun.

Pemerintah memfokuskan program jangka panjang ini untuk periode 2026-2027. Pembangunan infrastruktur kelistrikan masif mencakup jaringan distribusi baru hingga pembangkit energi terbarukan di ribuan titik perdesaan.

Plt Dirjen Ketenagalistrikan Tri Winarno menyatakan anggaran Lisdes 2026 telah ditetapkan sebesar Rp10,3 triliun.

Anggaran tersebut terdiri dari rupiah murni reguler Rp994 miliar dan anggaran tambahan sekitar Rp9,3 triliun.

>>> Uber Pangkas 23% Karyawan Divisi SDM dan Fasilitas

Pengembangan interkoneksi kelistrikan nasional dirancang untuk mencakup total 3.850 lokasi baru. Proyeksi kebutuhan dana mencapai Rp18,65 triliun.

Langkah ini memperluas capaian tahun 2025.

Saat itu telah dibangun jaringan tegangan menengah sepanjang 3.773 km, jaringan tegangan rendah 3.056 km, serta gardu distribusi total 92.300 kilovolt ampere di 1.403 lokasi.

Hingga akhir tahun lalu, pemerintah mencatat masih ada ribuan wilayah terpencil yang belum terjangkau pasokan listrik. Sebaran wilayah tanpa listrik mendominasi kawasan Indonesia timur dan wilayah kepulauan.

Tri Winarno mengungkapkan konsentrasi terbesar berada di Maluku, Papua, dan Nusa Tenggara. Jumlahnya mencapai 5.555 lokasi atau lebih dari 55% dari total yang direncanakan.

Wilayah tanpa listrik lainnya mencakup 1.099 lokasi di Kalimantan, 799 lokasi di Sulawesi, 985 lokasi di Sumatra, dan 1.630 lokasi di Jawa.

>>> Danantara Pastikan Tata Kelola Ekspor Komoditas SDA Strategis Berjalan Profesional

Total keseluruhan daerah yang belum teraliri listrik mencapai 10.068 lokasi di seluruh Indonesia.

Sebelumnya, Kementerian ESDM mencatat realisasi penyambungan daya bagi puluhan ribu pelanggan perdesaan sepanjang tahun lalu.

Anggaran Rp4,52 triliun telah dikeluarkan untuk pengerjaan jaringan, penambahan jam nyala, hingga program instalasi gratis.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebutkan telah dipasang 1.516 lokasi yang mencakup 77.616 pelanggan untuk listrik desa.

Pemerintah memproyeksikan kebutuhan total investasi program elektrifikasi perdesaan mencapai Rp50 triliun hingga akhir tahun 2029.

Pendanaan yang bersumber penuh dari APBN tersebut menargetkan penyambungan bagi 1,2 juta rumah tangga.

>>> Kementerian ESDM Usul Subsidi dan Kompensasi Listrik Rp274 Triliun untuk 2027

Elektrifikasi juga ditargetkan di 5.758 desa dengan prioritas utama masyarakat miskin yang tercatat dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru