Pemerintah menyiapkan paket stimulus bagi masyarakat berpenghasilan rendah, khususnya desil 4 ke bawah. Langkah ini diambil untuk menjaga daya beli akibat kenaikan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa subsidi untuk Pertalite dan program biodiesel 50 (B50) tetap dipertahankan.
>>> Top 5 Berita Ekonomi Terpopuler: AS-Iran Damai hingga Efisiensi MBG
Stimulus difokuskan pada kelompok masyarakat sangat miskin hingga rentan miskin.
"Bukan yang di menengah tetapi yang di bawah," ujar Airlangga di Jakarta, Senin (15/6/2026).
>>> Dokter Southampton Tangani Pasien Kehamilan Berisiko Plasenta Akreta
Pemerintah juga terus memantau pergerakan harga minyak mentah dunia setelah meredanya konflik geopolitik di Timur Tengah.
Sebelumnya, PT Pertamina menaikkan harga BBM nonsubsidi per 10 Juni 2026.
Pertamax naik menjadi Rp 16.250 per liter, Pertamax Green 95 menjadi Rp 17.000 per liter, dan Pertamax Turbo menjadi Rp 20.750 per liter.
>>> BOJ Naikkan Suku Bunga Acuan ke Level Tertinggi Sejak 1995
Ketua Komisi XI DPR, Mukhamad Misbakhun, menyoroti perlunya stimulus karena kenaikan BBM nonsubsidi akan mengerek biaya transportasi dan distribusi.
Ia menilai kelompok konsumen Pertamax yang beririsan dengan pengguna Pertalite paling membutuhkan perhatian.
>>> Cooler Master Luncurkan Casing MicroATX Q300L V3 untuk Perakit Pemula
"Pasti kalau kenaikan BBM biasanya selalu akan diikuti dengan kenaikan inflasi," ujar Misbakhun. Ia menekankan pentingnya memastikan kebutuhan stimulus bagi kelompok tersebut.