Seorang pria bernama Matthew Bickel, 45 tahun, asal Amerika Serikat, berhasil menurunkan berat badannya hingga 114 kg. Sebelumnya, bobot tubuhnya mencapai 241 kg.
Matthew mengalami kecanduan makanan parah. Dalam sekali makan, ia bisa menghabiskan satu loyang pizza, enam kaleng soda, dan hidangan penutup porsi besar.
>>> Danantara Pastikan Tata Kelola Ekspor Komoditas SDA Strategis Berjalan Profesional
Kondisi mulai berubah setelah dokter mendiagnosisnya dengan pradiabetes. Rasa takut kehilangan nyawa mendorongnya mengubah total gaya hidup.
Pradiabetes adalah kondisi kadar gula darah di atas normal, tetapi belum masuk diabetes tipe 2. Tanpa penanganan, risiko terkena diabetes meningkat.
Menurut Mayo Clinic, faktor risiko pradiabetes meliputi berat badan, lingkar pinggang, kurang aktivitas fisik, pola makan tidak sehat, usia, riwayat keluarga, dan kondisi metabolik buruk.
>>> Kementerian ESDM Usul Subsidi dan Kompensasi Listrik Rp274 Triliun untuk 2027
Matthew menjalani komitmen selama 15 tahun. Ia berhasil memotong 114 kg dan kini menjadi atlet ultramarathon.
Langkah awal adalah berhenti minum minuman berkalori. Ia mengganti enam kaleng soda sehari dengan air putih.
Ia juga mulai memasak sendiri semua makanannya. Dengan begitu, ia bisa mengontrol nutrisi dan porsi makanan.
>>> Harga Emas Antam 5 Juni 2026 Naik Rp 11.000 Jadi Rp 2.770.000 Per Gram
Pilihan Aktivitas Fisik untuk Menurunkan Berat Badan
Olahraga berat berisiko merusak sendi bagi yang berbobot di atas 200 kg. Matthew memilih olahraga low-impact seperti jalan kaki dan pendakian gunung setiap hari.
Aktivitas ini efektif membakar kalori dan menjaga kesehatan mental. Dalam enam bulan, ia berhasil memangkas 45 kg pertama.
Setelah berat turun signifikan, ia mulai latihan di pusat kebugaran. Ia memilih CrossFit untuk membangun massa otot dan kebugaran fungsional.
>>> TMMIN Hibahkan Tiga Ambulans Toyota Kijang Innova ke RSUD Muda Sedia
Latihan intensitas tinggi menjadi jembatan menuju olahraga ketahanan. Kini, ia aktif bersepeda jarak jauh dan lari.